Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Buruh
Buruh Terus Memperjuangkan Kenaikan UMK Rp 2 Juta
Tuesday 20 Nov 2012 15:42:21

Aksi demo buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 2 juta di kota Malang.(Foto: Ist)
MALANG, Berita HUKUM - Upaya untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 2 juta pada tahun 2013 mendatang terus dicanangkan oleh para buruh. Kali ini upaya tersebut datang dari puluhan buruh di Malang, Jawa Timur, yang melakukan aksi demonya dengan me-longmarch alun-alun Kota Malang, menuju beberapa kantor-kantor pemerintahan. Baik di Kota Malang dan Kabupaten Malang, Selasa (20/11).

Mereka yang menamakan dirinya 'Forum Rakyat Bersatu' menyatakan penolakan terhadap usulan penetapan upah buruh di Kota Malang sebesar Rp 1.268.015 dan upah buruh Kabupaten Malang, Rp 1.274.000.

Juru bicara aksi, Chandra Pelu saat ditemui pewarta disela-sela aksi demo di depan Balaikota Malang mengatakan bahwa, "aksi ini menolak usulan upah murah," ujarnya.

Chandra menegaskan, semua kondisi buruh saat ini masih memprihatinkan, baik di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

"Tragisnya, sudah upah murah, terjadi PHK massal, outsourching dan sistem kerja kontrak terus menghantui para buruh. Hal ini yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah," harapnya.

Menurut Chandra, usulan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) oleh Pemkab/Pemkot Malang, masih jauh dibawah kualitas hidup layak.

"Makanya buruh meminta agar segera dinaikkan menjadi Rp 2 juta," tegasnya.

Ia menambahkan, Pihaknya akan terus turun ke jalan jika pemerintah daerah di Kota/Kabupaten Malang, belum mengusulkan apa yang dituntut buruh.

"Kami bersama buruh akan terus mengawal tuntutan kami. Demi kesejahteraan buruh," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Peni Suparto mengatakan, buruh juga harus memahami kondisi perusahaan. Kalau upahnya terlalu tinggi, maka tidak akan mungkin perusahaan bisa menaikannya.

"Jika tuntutannya terlalu tinggi, maka tak mustahil, perusahaan akan bangkrut. Kalau hal itu terjadi, buruh jelas dirugikan," katanya.

Peni juga mengusulkan, kedua belah pihak, harus menyelesaikan hal tersebut secara baik-baik.

"Misalnya bagaimana kedua belah pihak harus tidak ada yang dirugikan. Perusahaan juga tidak bangkrut, buruh harus terus semangat dan maksimal kerja," pungkasnya.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Demo Buruh
 
Penahan 3 Mahasiswa Undip Diharapkan Diselesaikan Melalui Restorarive Justice
 
Satuan Pamwal Ditlantas Polda Metro Lakukan Pengamanan Demo Buruh dengan Cara Ini
 
Temui Massa Aksi Demo, Sufmi Dasco Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh
 
Buruh Akan Tetap Demo Besar-besaran 30 April Kepung DPR, Gak Peduli Pandemi Covid-19
 
Rizal Ramli: Wasit Tidak Adil, Perlu Audit Forensik Komputerisasi KPU dan Bisa Kena Pidana 4 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]