Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pancasila
Bupati Ismunandar Memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Sangata
2018-06-02 00:37:43

Bupati Kutim Ir. H. Ismunandar, MT.(Foto: Istimewa)
SANGATA, Berita HUKUM - Bertempat di ruang Akasia gedung Serbaguna komplek Perkantoran Bukit Pelangi Sangata, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat (1/6) dilakukan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 yang dipimpin oleh Bupati Ismunandar.

Selaku Inspektur upacara Bupati Kutim Ir. H. Ismunandar, MT dengan memakai pakaian adat khas Kutai, membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, "Pancasila adalah berkah Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita," demikian amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dibacakan Bupati Ismunandar, Jumat (1/6).

Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal, yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam amanatnya juga disampaikan bahwa, Pancasila pertama kali di uraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.

Rangkaian proses besar tersebut harus diingat, tugas dan kewajiban kita untuk memastikan Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran.

Ditemui usai pelaksanaan upacara, Bupati Ismunandar mengatakan bahwa, peringatan Hari Lahir Pancasila, yang menurutnya penting untuk mengingat kembali sejarah seperti diketahui dahulu pelajaran Pancasila sudah ditanamkan sejak dini, jelas Ismunandar.

"Inilah pentingnya, penanaman nilai-nilai pancasila dikehidupan karena akan menumbuhkan rasa toleransi, persatuan dan kesatuan, nilai-nilai luhur yang harus dipertahankan, jika tidak maka persatuan akan menjadi rapuh sehingga akan mudah dimasukki oleh paham-paham radikalisme yang menyebabkan perpecahan," ujar Bapati Ismunandar.

Upacara hari lahirnya Pancasila kali ini di Kutim dihadiri juga oleh para pejabat PNS, Ketua dan Anggaota DPRD Kutim, jajaran TNI dan Polri, serta para pelajar di Kota Sangata yang kebanyakan menggunakan pakaian-pakaian adat Dayak dan Kutai.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Pancasila
Pancasila Harus Diwujudkan dalam Tingkah Laku Keseharian
Guna Cegah Radikalisme, Harus Ditanamkan Prinsip dan Nilai Luhur Pancasila
Gatot Nurmantyo: Pancasila sebagai Pandangan Hidup dalam Bernegara
Ratna Sarumpaet: Megawati Bikin UUD Kehilangan Nilai Pancasila
Lembaga yang Tak Jelas dan Banyak Kejanggalan, BPIP Layak Dibubarkan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
Komisi VIII Dorong Bantuan Korban Bencana Sulteng Cepat Tersalurkan
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Diduga Peluru Nyasar, Wenny Warow Serahkan Penyelidikan pada Polisi
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Sederet Artis, Bintang Radio Jateng Siap Meriahkan Konser Kebangsaan Bela Indonesiaku di Semarang
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Menunjukkan Pengelolaan BUMN yang Buruk Selama Ini
Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Pendukung Jokowi-Ma"ruf
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]