Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Buku Takziah Muhammadiyah untuk KH Hasyim Muzadi Dorong Kedekatan NU dan Muhammadiyah
2017-04-21 09:10:28

Tampak Jusuf Kalla, Zulkifli Hasan, Haedar Nashir, Amien Rais, Din Syamsudin, Muhadjir Effendy, Nasarudin Umar dan Sohibul Iman saat acara peluncuran buku Takziah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (20/4) malam.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah tokoh turut hadir dalam peluncuran buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A. Hasyim Muzadi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Kamis (20/4) malam.

Diantara tokoh yang hadir diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, dan Din Syamsudin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Imam Besar Masjid IstiqlalNasarudin Umar hingga Presiden PKS, Sohibul Iman.

Tidak hanya hadir, tokoh-tokoh tersebut juga memberikan testimoni terkait terbitnya buku tersebut maupun sosok almarhum secara pribadi. Din Syamsudin misalnya, menyebut buku yang ditulis oleh 20 aktivis Muhammadiyah itu harus mendorong kedekatan NU dan Muhammadiyah.

"Buku ini diharapkan mampu mendorong kedekatan NU dan Muhammadiyah dalam banyak hal termasuk paham keagamaan, meski dalam bidang politik selalu ada perbedaan, namun janganlah menunjukan perbedaan di depan umum secara terbuka," ucap Din.

Sementara itu Zulkifli Hasan yang cukup dekat dengan sosok Hasyim Muzadi mengatakan mantan Ketua Umum PBNU itu merupakan seorang ulama langka dengan karakter komprehensifnya yang menguasai khasanah klasik dan modern.

"Beberapa kali diskusi panjang dengan Kiyai Hasyim yang perhatiannya terhadap bangsa ini luar biasa, terakhir diskusi sebelum meninggal, beliau prihatin dengan para ulama kita sekarang ini. Kiyai Hasyim di bidang politik juga sangat konsen termasuk perkembangan politik di tempat beliau, Jawa Timur," ujar Zulkifli.

Kesan lain disampaikan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang telah kenal dengan Hasyim Muzadi sejak 1978. Meski Kiyai Hasyim memegang tiga jabatan yakni sebagai ketua fraksi, wakil Ketua DPRD dan pemimpin partai saat itu, namun di mata Muhadjir sosoknya sangat sederhana.

"Beliau multitalenta dan berada di banyak spektrum mulai dari politik sampai seorang ulama, saya kira kalau dia di tengah-tengah NU dia tidak menunjukan bahwa di tidak fanatik dengan NU, kalau dia berada di tengah-tengah umat islam juga tidak menunjukkan bahwa dia seorang NU yang fanatik tapi kalau dia di tengah-tengah yang beragam dia seorang nasionalis sejati," kenang Muhadjir.(raipan/muhammadiyah/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Muhammadiyah
Milad 54 Tahun IMM Teguhkan Nalar Gerakan untuk Indonesia Berkeadilan
Berikut Ini Hasil Kongres Ulama Muda Muhammadiyah
Haedar: Akhlakul Karimah Jangan Hanya Sebatas Formalitas
Sampaikan Rasa Sayang Kepada MK, AMM Kirim 'Surat Cinta'
KIP Pusat Bangun Sinergitas Keterbukaan Informasi dengan PP Muhammadiyah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengamat: UU MD3 Larangan Kritik, Negara Berpotensi 'Hancur Lebur'
TNI Gadungan Ditangkap karena Tipu Gadis Jutaan Rupiah
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Dilaporkan ke Polda Metro atas Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
DPR Minta Freeport Penuhi Kewajiban Divestasi dan Patuhi Kesepakatan
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]