Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pameran
Buka INACRAFT, Presiden: Jangan Ada Lagi Produk Kita Dipatenkan Bangsa Lain
Wednesday 23 Apr 2014 12:26:12

Pameran INACRAFT 2014. International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-16 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemuakakan, saat ini, produk kerajinan dari tanah air telah berkembang menjadi produk kreatif yang berbasis seni budaya, bernilai ekonomi tinggi, dan banyak diminati di pasar internasional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan sektor kerajinan, yang dalam 5 (lima) tahun terakhir tumbuhan 4,6 persen sehingga menjadi 669,1 juta dollar AS pada 2013.

Saat membuka pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-16 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (23/4) pagi, Presiden SBY mengatakan, tingginya minat pasar internasional terhadap produk kerajinan Indonesia itu dikarenakan produk industri kerajinan yang kita hasilkan merupakan produk hasil sentuhan seni dan budaya dengan cita rasa yang tinggi.

“Kita memiliki para seniman dengan sederet kreativitas yang tidak dimiliki dan bahkan tidak dapat disaingi oleh produk bangsa-bangsa lain di dunia. Kita memiliki keunikan tersendiri. Kita memiliki kekhasan ter-sendiri. Dan kita pun memiliki simbol dan makna mendalam dari setiap karya yang dihasilkan para seniman berbakat dari seluruh tanah air,” tutur SBY.

Presiden meyakini, sumber daya tradisi dan budaya itu bila diolah dengan cerdas dan kreatif, didukung oleh pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, insya Allah dapat menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi, termasuk ketika kita memasuki ASEAN Enomic Comunity (AEC) atau komunitas ekonomi ASEAN pada Desember 2015 mendatang.

Dalam upaya mengembangkan produk kerajinan lebih bernilai tinggi, menurut Presiden SBY, pemerintah memberikan bantuan permodalan yang mudah diakses oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintah juga memperbaiki sistem manajemen usaha dengan baik, serta sistem promosi dan pemasaran yang efektif. “Kita perbaiki pula sistem penjualan dan branding---termasuk paten hak kekayaan intelektual---yang harus kita perhatikan,” ujarnya.

Terkait dengan upaya memperbaikin sistem penjualan dan branding itu, Presiden SBY meminta para pengrajin agar memberikan perhatian besar pada pendaftaran serta promosi merk atau brand untuk produk hasil karya mereka.

Presiden mengingatkan, merk dari produk yang digunakan para pengrajin ikut menentukan kualitas promosi dan daya saing di pasar global. Karena itu, Presiden SBY meminta para pengrajin, agar terus memberikan perhatian pada pendaftaran produk kreasi mereka di Kantor Paten untuk mendapatkan perlindungan hukum atas hak ke-kayaan intelektual.

“Mari kita sama-sama pastikan tidak ada lagi, produk hasil karya dan kreativitas bangsa kita, justru didaftarkan patennya oleh bangsa lain,” pinta Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengundang para Duta Besar, perwakilan negara sahabat, serta para calon pembeli dari mancanegara yang hadir pada pameran kali ini, untuk menggunakan produk-produk Indo-nesia. “Produk-produk Indonesia sangat berkualitas, bermutu tinggi, dan dengan harga bersaing,” kata Presiden berpromosi.

Pembukaan INACRAFT 2014 itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Ibu Herawati Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Perdagangan M. Lutfi, Manparekraf Mari E. Pangestu, Menkop dan UKM Syarifudin Hasan, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Diikuti 1.600 Perusahaan

INACRAFT 2014 ini merupakan pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Indonesia karena diikuti oleh lebih dari 1600 perusahaan/UKM, dan menggunakan lahan seluas 25.070 M2, dengan stan terbangun sebanyak 1.290 stand.

Adapun produk-produk yang ditampilkan mencakup Gifts and Housewares, Jewelry, Fashion, Accessories, Souvenir, fashion accessories, miscellaneous craft.

Pameran INACRAFT secara rutin diselenggarakan setiap tahun ini mendapat dukungan penuh beberapa kementerian, di antaranya Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kemenkop dan UKM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
(OCT/RAM/Setkab/ES/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pameran
 
Beberapa Asosiasi Siap Gelar Expo Clean & Expo Laundry 2016
 
Kemendagri Menggelar Nusantara Expo dan Forum dalam Rangka Dukung Revitalisasi TMII
 
Mini Cooper Luncurkan Mobil Terbarunya di Ajang GIIAS 2015
 
Otobursa Tumplek Blek Suguhkan Otomotif Kreatif
 
Otobursa Tumplek Blek (OTB) Kembali Digelar 9-10 Mei
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]