Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Media Sosial Facebook
Bocah Pasang Foto Syur, Sang Ayah Gugat Facebook
Wednesday 07 Sep 2011 18:01:40

Ilustrasi
WINA (BeritaHUKUM.com) Akibat Perbuatan anak gadisnya yang masih berusia 12 tahun memajang foto-foto syurnya di akun Facebook, seorang ayah di Austria mengajukan gugatan ke situs jejaring sosial paling populer di dunia maya tersebut.

Seperti dikutip Digital Trends, Rabu (7/9), isi gugatan tersebut mempertanyakan sikap Facebook yang membolehkan anak berusia 12 tahun menjadi anggota. Padahal, sesuai dengan aturan bahwa batas minimum umur untuk menjadi anggota adalah 13 tahun.

Menurut penasihat hukum sang ayah, Hilary Carmichael, Facebook tidak cocok untuk usia di bawah 18 tahun. Dan jika pihak Facebook mempunyai peraturan batas usia seharusnya meminta nomor paspor pada saat anggota melakukan regestrasi.

"Seharusnya pihak Facebook melakukan implementasi peraturan umur, seperti meminta nomor paspor untuk mengecek berapa usia yang sebenarnya," jelas Hilary.

Ia juga menambahkan, dalam tuntutannya bahwa perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California, dapat membahayakan si gadis tersebut. Dimana informasi di tempat tinggal dan sekolah tertera lengkap di akun Facebook.

Jika akun gadis belia itu tak dihapus Facebook maka sang penasihat hukum memastikan akan menggunakan aplikasi untuk menghentikan operasi perusahaan itu di Irlandia Utara. Untuk itu dia menbangun website yang bernama “Children on Facebook,” yang bertujuan mengumpulkan orang tua yang bersangkutan. Dimana hak-hak privasi anakny terampas karena Facebook, dan mendukungan tuntutan kliennya.

Bukan kali ini saja website ciptaan Mark Zuckerberg mendapat gugatan. Sebelumnya, pada 2008 lalu, jaksa penuntut umum negara bagian New York sempat mengajukan gugatan.

Mantan kepala privasi Facebook, Chris Kelly mengatakan. Memang Facebook bisa menjadi magnet bagi mereka yang memangsa kaum muda. Tetapi pengawasan orang tua terhadap prilaku anak-anaklah yang harus di jadikan prioritas utama.

“Salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah mendidik anak-anak untuk tidak bertemu siapa pun bahwa mereka hanya tahu secara online dan memberitahu orang tua mereka di mana mereka. Orang tua juga harus tahu ke mana anaknya pergi dan apa yang mereka lakukan. Orang tua harus aktif dalam kehidupan mereka,” ujarnya Kelly. Hingga saat ini, pihak Facebook belum menganggapi gugatan tersebut.(dlc/riz)


 
Berita Terkait Media Sosial Facebook
 
Facebook Didenda Rp70 Triliun terkait Pelanggaran Privasi Data
 
Jelang Hari Pencoblosan, Facebook Luncurkan Fitur Info Kandidat Pemilu 2019
 
AS Gugat Facebook Gara-gara Skandal Cambridge Analytica
 
Pendiri Facebook Akhirnya Minta Maaf, Janji Cegah Intervensi Pemilu
 
Eggi Sudjana: Facebook Blokir Akun Dakwah Islam, Akun LGBT Dibiarkan Eksis
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral Bilang Wajar Nonton Video Porno, Psikolog: Ucapan Ganjar Gak Pantas !
Eksepsi: Tidak Ada Kerugian Negara dalam Kasus Kondensat BP MIGAS - PT TPPI
Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
Haris Azhar Sebut Omnibus Law Cilaka RUU Haram
Survei Median: Massa 212 Lebih Pilih Anies Ketimbang Prabowo
Sekjen DPR Pastikan Tak Ada Kebakaran di Gedung Nusantara III
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menkopolhukam Mahfud: Langkah TNI AU Memaksa Mendarat Pesawat Udara Asing Sudah Tepat dan Sesuai Aturan
Aksi 212, Sobri Lubis: Sesuai Hukum Islam, Potong Tangan Koruptor di Bawah 1 Miliar, Diatasnya Potong Leher Saja
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
Uighur China: Ditahan karena Memelihara Janggut, Berjilbab, dan Menjelajah Internet
Polda Metro Jaya Musnahkan Barbuk Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Total 1,5 Triliun
Mahfud MD Anggap Keliru Sudah Biasa dalam Susun Rancangan UU, PKS: Bahaya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]