Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Samarinda
Besok Wapres Boediono Buka Gelar TTG-N XVI Kaltim
Wednesday 18 Jun 2014 17:46:47

Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dan Danrem 091 ASN Brigjen TNI Nono Suharsono, serta jajaran Polda Kaltim, Sidak tempat acara Pembukaan TTG di Stadion Sempaja, Selasa (17/6).(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ir. Boediono besok, Kamis (19/6) pagi dengan mengambil tempat Stadion Madya Sempaja, Samarinda di jadwalkan akan membuka Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional (TTG-N) ke XVI di Samarinda ibukota Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan akan berlangsung selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 18 Juni 2014 hingga 23 Juni 2014.

Even berskala nasional ini akan dihadiri sedikitnya 7.000 hingga 8.000 peserta undangan dari seluru tanah air, dan dalam seremoni pembukaan akan dimeriahkan tarian masal yang akan melibatkan sebanyakl 600 penari berasal dari Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, kepada wartawan, Selasa (17/6) mengatakan rencananya pak Presiden RI SBY yang akan membukan Gelar TTG-N XVI di Samarinda, namun bersamaan dengan adanya kesibukan kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga pelaksanaan Gelar TTG-N besok akan dibuka Wakil Presiden Boediono, terang Awang Faroek.

“Pak Presiden tidak bisa datang, jadi besok rencananya akan dibuka pak Boediono, Pak Boediono akan tiba di Balikpapan pada tanggal 19 Juni dan langsung ke Samarinda untuk membuka gelar TTG, setelah itu beliau langsung kembali ke Jakarta,” ujar Gubernur Kaltim.

Ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan TTG otomatis berdampak pada mundurnya sejumlah proyek yang masuk dalam Master Plan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di wilayah Kaltim, peresmian puluhan proyek MP3EI di Kaltim tersebut tetap akan diresmikan oleh Presiden, tetapi kepastian waktunya yang belum ditentukan karena menunggu sampai Presiden tidak ada kesibukan lain.

Sementara, kepastian kehadiran Wakil Presiden Boediono disampaikan oleh Asisten I Sekda Propinsi kaltim, Adji Syaid Fathur Rahman, kepada wartawan di Media center TTG-N di Stadion Sempaja Samarinda, Selasa (16/6).

“Pembukaan Gelar TTG-N sedianya akan dibuka oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono, tetapi diganti oleh Bapak Wakil Presiden Boediono, dan direncanakan, Kamis (19/6), namun tidak dirangkaikan dengan peresmian sejumlah proyek di Kaltim,” ujar Fathur.

Fathur Rahman juga menyebut bahwa, kedatangan Wapres untuk membuka Gelar TTG-N XVI di Samarinda yang berhubungan dengan waktunya pendek sekitar 2 jam 15 menit dan langsung kembali ke Jakarta, sebut Fathur Rahman.

Sementara Gubernur kaltim Awang Faroek Ishak, mengatakan gelar TTG-N yang bertujuan dan mendorong masyarakat dalam memanfaatkan tehnologi tehnologi tepat guna, karena dengan melalui tehnologi terapan akan membantu dan mempercepat tugas sehari-hari. Dalam tehnologi terapan dirancang bagi masyarakat agar dapat disesuiaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi warga lokal yang akan berimplikasi pada penerapan tehnologi oleh masyarakat, terutama untuk masyarakat desa yang bermata pencaharian sebagai petani, peternak maupun nelayan, terang Awang Faroek

Gubernur Kaltim juga menyebut dengan gelar TTG-N akan terpacu dalam persaingann ekonomi diberbagai tingkatan, yang dimulai dari lokal, regional, bahkan tingkat global, karena dari aspek ini permasalahan hidup masyarakat dapat diatasi secara mandiri, yang pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat, pungkas Awang Faroek.

Pantauan BeritaHUKUM.com di GOR Madya Sempaja yang akan dilakukan gelar TTG-N XVI pada, Rabu (18/6) siang sudah mulai dibuka dengan berbagai kegiatan dan persiapan panitia dalam menyambut kedatangan Wapres Boediono pada, Kamis (19/6) besok, disisi lain sejumlah TNI maupun Kepolisian sudah melakukan pengamanan atau sterilisasi lokasi yang menjadi puncak acara gelar TTG-N yang juga terliat dijalan-jalan protokol maupun sudut gang terlihat dua atau tiga personil dari TNI yang bersenjatakan lengkap bersiaga.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]