Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilukada
Besok, Gugatan Pemilukada Aceh Barat Melalui Video Conference
Wednesday 25 Jul 2012 19:06:32

Ilustrasi, Video Conference (Foto: Ist)

JAKARTA, Berita HUKUM - Meski terkendala jarak, besok MK (Mahkamah Konstitusi) tetap akan mengadakan sidang. Ini terkait dengan gugatan calon pasangan bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli dan Moharriadi Syafari.

Keduanya menggugat hasil pemilukada putaran kedua pada 2012 yang dikeluarkan melalui keputusan KIP (Komisi Independen Pemilihan) Aceh Barat. Keduanya menilai, hasil itu terindikasi kecurangan.

“Ada pemilih yang tidak mendapatkan undangan, adanya komentar panwas di sebuah radio yang membenarkan terima uang. Untuk itu besok kita akan mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan melalui video confernce," papar Zainudin, sang kuasa hukum dari keduanya, dalam merespon mengenai rencana sidang besok, Kamis (25/07).

Sebelumnya mereka menilai ada 72 kasus kecurangan selama pemilukada berlangsung. Seperti apa yang mereka laporkan, yakni KPPS dan PPS, pemilih di bawah umur, dan pencoblosan sebanyak dua kali.

Besok, perkara ini akan dibuktikan melalui keterangan saksi. Dan kendala jarak akan diatasi dengan video conference. (bhc/frd)


 
Berita Terkait Pemilukada
 
• Pemerintah: Penyelesaian Sengketa Pemilukada oleh MK Sudah Tepat
 
• Ahli Pemohon: KPU Melanggar Hak Konstitusional, Pemilukada Maluku Harus Diulang
 
• Saksi KPU Kab. Cirebon: Proses Pemilukada Berjalan Baik, Lancar, dan Sesuai Aturan
 
• Hasil Pemilukada Prov. Maluku Utara Putaran Kedua Digugat ke MK
 
• KPU Biak Numfor Tolak Dalil Pemohon
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]