Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Bentrok di Mesir Kembali Telan Korban
Tuesday 20 Dec 2011 01:01:37

Pihak keamanan Mesir membubarkan pengunjuk rasa (Foto: AP Photo)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Bentrokan kembali terjadi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di lapangan Tahrir, Kairo Mesir, Senin (19/12). Bentrok ini pun kembali menelan satu orang korban jiwa.

Tentara dan polisi bergerak ke Lapangan Tahrir dengan menggunakan pemukul dan gas air mata untuk membubarkan demonstran dan korban meninggal sejak Jumat lalu mencapai 11 orang. Demonstran bergerak masuk ke lapangan di ibu kota Kairo itu sementara tentara menutup jalan-jalan di sekitarnya.

PBB dan Amerika Serikat (AS) menyatakan khawatir atas penggunaan kekerasan oleh pemerintah Mesir. Dalam beberapa hari terakhir, polisi dan tentara dengan perlengkapan anti huru hara tertangkap dalam rekaman video memukul para aktivis setelah mereka jatuh.

Salah satu foto yang diambil hari Sabtu (17/12) lalu, menunjukkan dua tentara Mesir menyeret seorang perempuan. Kementerian kesehatan Mesir mengatakan 10 orang tewas dan 505 terluka dalam bentrokan sejak hari Jumat (16/12).

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kekerasan yang terjadi. Clinton mendesak pasukan keamanan untuk mengharga dan melindungi hak-hak semua rakyat Mesir, termasuk hak kebebasan berekspresi dan berkumpul. "Mereka yang melakukan protes harus melakukannya dengan damai dan menghindari tindak kekerasan," kata Clinton.

Sedangkan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon juga mengatakan ia sangat khawatir atas penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pihak keamanan, dan menyerukan pemerintah untuk menjunjung hak asasi manusia (HAM).

Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan orang turun ke jalan-jalan, dan menuntut dewan militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. Bercak-bercak darah terlihat di lapangan Tahrir dan banyak aktivis yang luka-luka. Bentrokan terakhir ini terjadi setelah putaran kedua pemilihan parlemen. Sejumlah warga Mesir menyatakan kemarahan dan sejumlah lain memusatkan diri untuk ikut pemilu.

Partai-partai Islam diperkirakan akan meraih suara mayoritas dalam Majelis Rakyat Mesir. Partai Kebebasan dan Keadilan milik Ikhanul Muslimin mengatakan mereka meraih 39% suara dalam putaran kedua pemilu minggu lalu. Sementara partai ultrakonservatif Salafist al-Nour mendapat sekitar 30 persen.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Mesir
 
• Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
• Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
• Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
• Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
• Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]