Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Brasil
Bendungan di Brasil Jebol, 'Harapan Tipis' Temukan Ratusan Korban Hilang
2019-01-30 07:23:26

Sejumlah anggota regu penyelamat berupaya menarik tubuh seseorang dari timbunan lumpur setelah bendungan jebol di dekat Kota Brumadinho, Brasil.(Foto: twitter)
BRASIL, Berita HUKUM - Regu penyelamat yang masih berupaya mencari sekitar 300 orang hilang setelah bendungan jebol di Brasil mengatakan harapan untuk menemukan lebih banyak penyintas "sangat tipis".

Tiada seorang pun yang ditemukan dalam kondisi hidup dekat Kota Brumadinho di bagian tenggara Brasil, pada Minggu (27/1). Sejak bendungan jebol pada Jumat (25/1) hingga Minggu (27/1), korban meninggal dunia mencapai 58 orang.

"Kami harus punya harapan," kata seorang perempuan yang suaminya hilang.

Penyebab bendungan jebol sampai saat ini belum jelas. Vale, pemilik kompleks pertambangan, menyatakan telah mengikuti semua prosedur keselamatan.

Upaya pencarian sempat dihentikan pada Minggu (27/1) lantaran muncul kekhawatiran bendungan lainnya yang juga dimiliki Vale berisiko turut jebol.

Bagaimana kabar terkini?

Vale mengatakan sebanyak 305 karyawan, kontraktor, dan warga masih hilang. Adapun sebanyak 192 orang dapat diselamatkan hidup-hidup.

"Setelah 48 jam upaya pencarian, peluang menemukan (seseorang) dalam kondisi hidup sangat tipis," kata Kolonel Eduardo Angelo, kepala operasi pencarian kepada segenap keluarga korban hilang.

"Namun kami masih bekerja dengan kemungkinan bahwa kami akan menemukan orang-orang dalam keadaan hidup," tambahnya.

Bendungan jebol mengakibatkan luapan lumpur menimbun kantin tempat para karyawan tambang sekaligus mengepung rumah-rumah warga, kendaraan, dan jalan.


INTERACTIVEDam collapse in Brazil




25 January 2019


CBMMG


Earlier this month


Google Maps



 





Akses menuju kawasan itu sulit. Bahkan regu-regu penyelamatan menggunakan helikopter dan alat-alat berat.

Bus kedua yang mengangkut para karyawan telah ditemukan, namun para regu penyelamat belum mencapai kereta yang amat mungkin menampung penyintas atau jenazah.

"Saya masih punya harapan," ujar Nelia Mary Fonseca kepada BBC, selagi dirinya menanti kabar tentang suaminya, Adriano, yang bekerja sebagai kontraktor pertambangan.

Bagaimana dengan perusahaan?

Para jaksa penuntut umum mengatakan telah membekukan aset sebesar 11 miliar reais atau setara dengan Rp40,7 triliun milik Vale, perusahaan pertambangan terbesar di Brasil.

Walikota Brumadinho, Avimar de Melo Barcelos, mengritik perusahaan yang menurutnya bersikap "sembrono dan tidak becus" serta negara bagian Minas Gerais dalam pengawasan bedungan.

"Tragedi ini menghancurkan kota kami," cetusnya.


brasilHak atas fotoREUTERS
Image captionUpaya penyelamatan terkendala oleh sulitnya akses menuju lokas kejadian.

Dalam wawancara televisi, Direktur Vale, Fabio Schvartsman, menekankan bahwa bencana itu terjadi walaupun perusahaan telah mengikuti rekomendasi-rekomendasi keselamatan yang dibuat para pakar internasional.

"Saya bukan tekbisi pertambangan. Saya mengikuti nasihat para teknisi dan Anda bisa lihat yang terjadi. Itu tidak berhasil," ujarnya.

Schvartsman, yang menjabat sejak Mei 2017, berikrar "maju di atas standar nasional dan internasional apapun.. Kami akan menciptakan bantalan keselamatan yang jauh lebih mumpuni dengan apa yang kami miliki hari ini untuk menjamin ini tidak pernah terjadi lagi".

Pada 5 November 2015, sebuah bendungan milik Vale bersama BHP Billiton, jebol di Mariana, negara bagian Minas Gerais, menewaskan 19 orang. Kejadian saat itu dipandang sebagai bencana lingkungan terparah di Brasil.

Setelah melalui proses persidangan yang panjang, Vale mencapai kesepakatan dengan pemerintah bernilai sedikitnya 6,8 miliar reais atau Rp25,2 triliun.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Brasil
Bendungan di Brasil Jebol, 'Harapan Tipis' Temukan Ratusan Korban Hilang
"Sedikitnya 26 Tewas' dalam Kerusuhan di Penjara Brasil
Kerusuhan Penjara Brasil Tewaskan 56 Orang, Polisi Kejar Puluhan Napi
Tak Digaji, Para Pekerja PNS Brasil Bentrok dengan Pasukan Anti Huru hara
Bentrok Dua Geng di Penjara Brasil, 25 Tewas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat
Paripurna DPR Setujui Perpanjangan Pembahasan 4 RUU
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
Kasus Evi Apita Maya: Sengketa Pertama ;Foto Cantik; dalam Pemilu Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Anies Menjadi Pembicara di Forum Pemimpin Kota Sedunia dan Forum USINDO Luncheon
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]