Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Nuklir
Belum Saatnya Energi Nuklir Dikembangkan
Tuesday 14 Apr 2015 21:55:11

Workshop Kebijakan Ekonomi dan Sektor Strategis Nasional oleh Dr. Arif Satria, Dr. Ichsanuddin Noorsy dan Dr.Hendri Saparini.(Foto: @Sirait_RA)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia masih sangat melimpah dengan energi alternatif pengganti energi fosil. Energi nuklir betapa pun pentingnya, tapi belum perlu dikembangkan saat ini. Indonesia masih punya energi matahari, angin, air, dan lain-lain yang mudah dikembangkan. Tinggal kemauan pemerintah saja untuk mengembangkannya.

Demikian dikemukakan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy saat menjadi narasumber dalam acara Workshop Kebijakan Ekonomi dan Sektor Strategis Nasional di DPR, Jakarta Senin (13/4). Noorsy mengungkapkan, banyak kepentingan asing yang berperan di balik kampanye pengembangan energi nuklir.

“Kita masih memiliki sumber daya energi primer di negeri ini dan masih belum didayagunakan. Kita juga belum mengoptimalkan keunggulan energi lokal. Kalau itu yang kita kembangkan, kita tidak akan memilih nuklir. Saya bukan tidak setuju dengan nuklir, tetapi nanti ada saatnya, bukan sekarang,” tandas Noorsy dalam pertemuan yang dihadiri para anggota DPR RI itu.

Negara-negara di dunia, lanjut Noorsy, juga tidak langsung mengembangkan energi nuklir. Cina, misalnya, tidak sepenuhnya memainkan nuklir. Jepang pun sejak kasus gempa yang menimbulkan tsunami, reaktor nuklirnya di Fukushima sempat terancam hancur dan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan dan mengancam kehidupan manusia. Kasus Fukusima jadi pelajaran menarik bagi pemenrintah Jepang dalam mengembangkan energi nuklir.

Sebagai energi alternatif pengganti fosil, cadangan energi nuklir berada di strata bawah di negeri ini. Cadangan energi tertinggi adalah tenaga air, disusul panas bumi, mikro hidro, biomass, tenaga surya, tenaga angin, dan terakhir uranium sebagai bahan baku nuklir. Pandangan Noorsy ini menggugah perhatian peserta workshop.

Selain Noorsy, hadir pula sebagai narasumber, Hendri Saparini Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics yang menyorot soal ketenagakerjaan. Sedangkan Arif Satria Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB yang juga manjadi narasumber, berbicara seputar kebijakan maritim di Tanah Air. Acara workshop ini merupakan yang terakhir dari rangkaian acara yang digelar empat kali dalam sebulan terakhir. Acara rangkaian workshop ini kemudian ditutup oleh Sekjen DPR RI Winantuningtyastiti.(mh/dpr/bh/sya)


 
Berita Terkait Nuklir
 
Korea Utara Sebut akan Terjadi 'Perlombaan Senjata Nuklir' Setelah AS bantu Australia Bikin Kapal Selam Nuklir Lewat Aukus
 
Ujicoba Rudal Korut Siagakan Korsel dan Jepang
 
BAPETEN Temukan Paparan Radiasi Nuklir di Tangerang Selatan
 
Cina Minta Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal Nuklir
 
Donald Trump Inginkan Kembalinya Supremasi Nuklir Amerika Serikat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]