Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Belum Ada Kaitan Kasus Rp 55 Miliar BJB dengan Gubernur Aher
Friday 24 May 2013 21:10:42

Gedung Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), tempat pemeriksaan para koruptor.(BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM – Kejaksaan Agung (Kejagung), yang telah melakukan Penahanan terhadap 3 orang tersangka kasus dugaan korupsi pengucuran kredit Bank Jawa Barat (BJB), kepada PT Cipta Inti Permindo (CIP) senilai sekitar Rp 55 miliar oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), kemungkinan kuat dalam waktu dekat ini akan melakukan penahanan lagi terhadap tersangka lainnya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini Kejagung baru menahan 3 orang dari 6 tersangka kasus Bank BJB ini, mereka masing-masing yaitu Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia sekaligus karyawan PT Sang Hyang Sri (PT SHS) yakni Dedi Yamin, Manager Komersial BJB Cabang Surabaya Eri Sudewa Dullah dan Direktur Komersial PT E Farm Bisnis Indonesia Deni Pasha Satari.

Sedangkan untuk tersangka Elda Devianne Adiningrat, Kejagung memang akan segera menahannya, namun karena yang bersangkutan pingsan dan sakit, maka upaya penahanan untuk sementara diundur hingga yang tersangka Elda dinyatakan sehat sesuai cacatan medis dokter.

Sementara itu keterkaitan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam kasus ini, masih menunggu proses yang masih berjalan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, dan menyatakan siapa saja yang terlibat tentu akan dipanggil. Dari pantauan BeritaHUKUM.com dalam beberapa bulan terakhir ini pun, Kejagung tak segan-segan upaya penjemputan paksa terhadap saksi dan tersangka terkait kasus-kasus yang tengah disidik, sebab Kejaksaan juga mengedepankan prinsip Equality Before the Law, semua orang diperlakukan sama di depan hukum.

“Saya bukan penyidik, kita lihat saja nanti, prosesnya kan masih berjalan,” kata Untung kepada Wartawan di ruangannya, Jumat (24/5) malam. Adapun kasus penyelewengan kredit ini telah umum diketahui, merugikan Negara sebesar Rp 55 miliar.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Bank BJB
 
• Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
 
• Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
 
• Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
 
• Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
 
• 5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]