Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Bea dan Cukai
Bea Cukai Priok Diminta Percepat Pemeriksaan di Jalur Merah
Sunday 27 Jan 2013 13:12:27

Peti kemas impor.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kantor Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok didesak mempercepat kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas impor jalur merah (behandle), guna memperlancar arus lalu lintas barang dan menekan waktu tunggu pelayanan barang.

Widijanto, Wakil Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, mengatakan pihaknya menerima keluhan sejumlah perusahaan forwarder dan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) mengenai masih lambannya kegiatan behandle di lokasi behandle Graha Segara maupun lapangan Jakarta International Container Terminal (JICT).

“Peti kemas impor yang hendak di behandle masih lamban di angsur ke lokasi behandle dari terminal asal. Bahkan ada yang sudah lebih tujuh hari belum juga dilakukan pemeriksaan fisik peti kemas,” ujarnya, Minggu (27/1).

Dia mengharapkan Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menambah personil atau petugas pemeriksa, karena yang ada saat ini sangat kurang dibandingkan dengan volume impor peti kemas kategori jalur merah yang melalui pelabuhan tersebut.

Terkadang, katanya, untuk menetapkan berapa banyak peti kemas yang mesti di behandle dan diangsur ke lokasi behandle juga memakan waktu lama. “Padahal secara aturan sudah jelas, persentase banyaknya peti kemas yang akan di behandle bisa dilakukan sebagian atau seluruhnya dari peti kemas impor itu,” tuturnya.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Wijayanta, hanya mengatakan akan mengecek kondisi ini di lapangan. “Nanti ada staf saya yang akan menjelaskan ke anda,” ujarya melalui pesan layanan singkat.(bas/bsn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Bea dan Cukai
 
• Bea Cukai Bekasi Musnahkan Barbuk Hasil Penindakan dan PCBT 2017 Hingga 2018
 
• Menkeu Sri Mulyani: Pemusnahan Terbesar dalam Sejarah Bea dan Cukai
 
• Petugas Patroli BC dan Penyidik Bea dan Cukai Dilaporkan ke Polda Kepri
 
• DJBC Musnahkan Botol Miras, Pita Cukai MMEA Impor Palsu dan HP Senilai Rp.46,1 Milyar
 
• Total 19 Kontainer Ikan Ilegal akan Diekspor Digagalkan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]