Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
NTT
Bayi 3 Bulan Asal NTT di Kukar Dianiaya Pamannya Hingga Patah Kaki
Wednesday 30 Apr 2014 10:41:13

Bay 3 bulan yang disiksa pamannya hingga pata kaki saat di ruang tulip 9 RS Parikesit Tenggarong.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tragedi kekerasan terhadap bayi juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), kali ini dialami Lamintiana Daho, seorang anak bayi perempuan yang baru berumur 3 bulan dari pasangan Lita (17) dan Janu (18) asal Kefa, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh papannya sendiri yang diketahui bernama Doni (35) hingga pata kaki dan luka lebam disekujur tubuh bayi yang tak berdosa tersebut.

Kejadian yang memiluhkan yang menimpah bayi Lamintiana Daho (0,3) dari pasangan suami istri Lita dan Janur, berawal pada Rabu (2/4) lalu sekitar pukul 14.00 WITA, di rumah pamannya, base camp sebuah perkebunan sawit di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kukar yang baru beberapa bulan tinggal disana, sebut Janu, ketika dikonfirmasi BeritaHUKUM.com diruang Tulit 9, dimana tempat bayi malang di rawat di RSU Parikesit Tenggarong pada, Selasa (29/4).

Bersama istri dan kakak iparnya yang menjaga bayinya, Janu, memaparkan bahwa saat itu bayinya sedang rewel menolak diberi minum susu oleh pelaku yang tak lain adalah kakak kandungnya, karena terus menangis sehingga dia menyiksa anak saya hingga luka memar dan kakinya patah, dan pada Minggu (27/4) melapor ke Polres Tenggarong, ujar Janu.

"Saya meliat Dony meremas paha kaki anak saya dengan keras dan 6 kali di jari-jari tangan dan kaki, dia juga menyumpal mulut anak saya dengan kain selimut, karena anak saya menangis terus tidak mau berhenti, saya bilang namun dia (Doni) memarahin saya," ujar Janu.

Ayah kandung bayi malang Lamintiana Daho, juga mengatakan bahwa setelah melaporkan ke Polsek Kenohan, pelaku langsung di tangkap dan saat ini sudah ditahan di Polres, sebut Janu.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Abdul Karim, dikonfirmasi pewarta, Selasa (29/4) mengatakan, berawal dari laporan ayah korban, Ja (18), Atas desakan petugas sekuriti dan tetangganya dan melapor ke Polsek Kenohan, (27/4) lalu, yang kemudian ditindaklanjuti dengan membekuk pelaku di rumahnya. Akibat perbuatan pelaku, yang berakibat fatal bagi bayi La 3 bulan. Korban mengalami patah kaki dan lebam di jari-jari kaki dan tangannya, ujar Abdul Karim.

"Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu, namun baru dilaporkan, ada keseganan karena ayah korban dan istrinya menumpang di rumah pelaku, yang merupakan kakak kandung dari ayah korban," ujar Abdul Karim.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait NTT
 
Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango di Tahan
 
KPK Tetapkan Dua Mantan Pejabat Provinsi NTT Tersangka Dana PLS
 
Stand NTT Menampilkan Rumah Adat Lamaholot dan Jangung Titi jadi Unggulan
 
Bayi 3 Bulan Asal NTT di Kukar Dianiaya Pamannya Hingga Patah Kaki
 
Bakti Kesehatan SBJ 2013 Layani Ribuan Pasien di NTT
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]