Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Batan
Batan dan Kommun Berbagi Resep agar Energi Nuklir jadi Idola
Sunday 23 Nov 2014 23:41:07

Said Mubarrak, Ketua Kommun (kiri), Kepala Batan, Prof Djarot (tengah), Staf Ahli Bidang Kesehatan dan Obat Kementerian RISTEK dan DIKTI, Broto Sugeng Kardono (kanan). (Foto:BH/mat)
JAKARTA, Berita HUKUM - Stigma masyarakat Indonesia tentang nuklir masih dianggap berbahaya dan menakutkan. Padahal penggunaan nuklir guna sumber energi telah jauh hari dilakukan sejumlah negara maju di Benua Amerika, Eropa hingga kawasan Asia Pasifik.

Adapun Indonesia masih dihantui oleh krisis listrik, penyebabnya sumber energi listrik yang masih mengandalkan batubara, minyak maupun gas bumi.

Karenanya kampanye penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi yang bersih, hemat dan berkelanjutan selalu diupayakan. Upaya itu terlihat pada acara Nuclear Youth Summit (NYS) atau Rembuk Nuklir Pemuda untuk kedua kalinya oleh Komunitas Muda Nuklir (KOMMUN) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Pertemuan yang berlangsung pada pada 22-24 November 2014 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, mengangkat tema ‘Let’s Start the Future, Today!’.

“Jika tidak sekarang dikenalkan, tentu kita akan semakin jauh tertinggal. Padahal untuk mengadakan dan membuat PLTN itu perlu waktu lama. Sedangkan energi nuklir itu aman dan hemat asalkan kita bisa mengenalnya dan memahami cara kerjanya,” sebut Said Mubbarak, Ketua Kommun, Sabtu (22/11) saat jumpa pers bersama awak media.

Said Mubarrak yang juga merupakan mahasiswa Fisika Medis Universitas Indonesia ini, menyetujui rencana pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.

“Kami mendukung pembangunan PLTN secepatnya,” kata Said, yang didampingi Kepala Batan, Prof Djarot dan Staf Ahli Bidang Kesehatan dan Obat Kementerian RISTEK dan DIKTI, Broto Sugeng Kardono.

Menurut Said, pembangunan PLTN membutuhkan waktu lima tahun. Karenanya, perlu gerak cepat. Jangan sampai harus menunggu krisis energi terlebih dahulu baru membangun PLTN.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Kesehatan dan Obat Kementerian RISTEK dan DIKTI, Broto Sugeng Kardono, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan nuklir bagi kepentingan masyarakat. Komitmen itu akan dijabarkan melalui peningkatan anggaran pada kepentingan riset ilmu dan teknologi.

"Pada dasarnya kami berkomitmen memberikan dukungan. Pada tahun anggaran mendatang, direncanakan anggaran yang dikucurkan akan jadi dua kali lipat," kata Broto menambahkan.

Anggaran Riset yang dikucurkan pada tahun 2015 -2019 sejumlah 43 triliun rupiah atau naik dua kali lipat dari nilai anggaran sebelumnya pada periode lalu.

Nuclear Youth Summit Sebagai Langkah Pengenalan

Terkait Nuclear Youth Summit, Batan mengingatkan bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan berperan pada masa depan melalui inovasi ilmu nuklir. Pasalnya saat ini di sejumlah negara maju, energi nuklir banyak berperan di bidang Listrik, Kedokteran hingga Pertanian.

“Pemuda Indonesia punya masa depan melalui inovasi pada energi nuklir. Tinggal bagaimana kita mampu mentransferkan melalui bahasa popular, sesuai selera dan gaya anak muda. Karena selama ini soal nuklir kerap digambarkan dengan bahasa perang, bom atau hal yang tidak bagus,” sebut Djarot, Kepala Batan.

Nuclear Youth Summit diikuti 120 peserta dari Indonesia dan 30 peserta dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina, Australia, Bangladesh, dan Uni Emirat Arab. Wadah yang diperuntukkan kepada kaum muda yang mempunyai kepedulian dan ketertarikan terhadap perkembangan Iptek nuklir, baik secara nasional maupun internasional.(bhc/mat)


 
Berita Terkait Batan
 
Legislator PKS Nilai Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional
 
Pemerintah Diminta Tidak Bubarkan BATAN dan LAPAN
 
Ledakan Terjadi Saat Simulasi Kecelakaan Mobil Pembawa Radioaktif Bocor
 
Batan Sebut Reaktor Siwabessy Tulang Punggung Radioisotop Nasional
 
BATAN Mulai Bangun Prototipe Iradiator Gamma di Puspitek Serpong
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]