Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Narkoba
Bareskrim Polri Dukung Yayasan GONG Indonesia Bangun Standarisasi Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba
2020-02-22 11:00:56

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar saat memberikan keterangan.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Bareskrim Polri menyambut baik berdirinya Yayasan Gerakan Nasional Anak Bangsa atau GONG Indonesia. Terlebih yayasan ini akan berkecimpung total dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dengan mendirikan rumah rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

"Kami sangat mendukung lahirnya Yayasan GONG Indonesia ini. Sebab perang melawan narkoba harus total, komprehensif, dari hulu sampai ke hilir," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar saat deklarasi Yayasan GONG Indonesia di Gedung Juang 45, Jakarta, Jum'at (21/2).

Deklarasi Yayasan Gong Indonesia diresmikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, bersama-sama dengan Ketua Yayasan GONG Indonesia Albiner Sitompul, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Mantan Pimpinan KPK Saut Situmorang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan generasi milenial.

Krisno menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan Yayasan GONG Indonesia dalam merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba memang sangat dibutuhkan.

"Ide besar dalam membangun standarisasi rumah rehabilitasi sangat baik, agar penyembuhan para korban narkoba bisa benar-benar maksimal," ujarnya.

Dengan ada standarisasi rumah rehabilitasi, lanjut Krisno, nantinya akan ketahuan apakah rehabilitasi itu memakai pendekatan religius, atau melalui medis. Juga bagaimana kondisi dan keadaannya sehingga pilihan itu diambil.

"Istilah kami pendekatan sosial dan medis, itu lewat sebuah standarisasi. Maka di dalamnya ada yang mengaudit, mengevaluasi dan seterusnya," ungkap Krisno.

Pihak kepolisian sendiri, lanjut Krisno, tentunya akan fokus pada penegakan hukumnya. Karena itu, pihaknya pasti sangat mendukung bahwa pecandu penyalahgunaan narkoba dengan kriteria tertentu itu memang harus ditangani dan direhabilitasi.

"Ingat, Pak Presiden Jokowi bilang darurat narkoba, jadi artinya memang semua harus total bergerak memeranginya. Mulai dari masyarakat, instansi pemerintah, politisi, LSM dan semuanya harus ikut," jelasnya.

Bagi Krisno, penanggulangan dan perang terhadap penyalahgunaan narkoba harus jadi gerakan bersama dan semua berkolaborasi, maka kehadiran Yayasan Gong Indonesia ini sangat inspiratif.

Lebih jauh Krisno mengingatkan, saat ini menjadi tren, dimana publik figur seperti artis makin banyak pakai narkoba. Kemudian masyarakat, khususnya anak-anak muda jadi ikut-ikutan karena secara psikologis mereka suka mencontoh idolanya.

"Maka kami menghimbau supaya temen-temen yang di dunia hiburan, yang menjadi artis, menjadi publik figur, tolong, sekali lagi saya minta tolong jauhi itu narkoba. Karena ada fans anda yang ikut terpengaruh," jelas Krisno.

Pada kesempatan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, narkotika dan obat-obatan terlarang adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa.

"Karena itu, saya sangat menyambut baik atas berdirinya Yayasan Gong Indonesia ini. Sebab melalui ikhtiar semacam inilah, masa depan bangsa kita bisa diselamatkan dari serangan narkoba," ujar Bamsoet sapaan akrab Ketua MPR ini.(bh/amp)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Ditengah Pandemi Covid-19 Peredaran Narkotika 'Gorila' Makin Merajalela, 12 Tersangka Dibekuk Polisi
 
Kapolda Metro Jaya Beberkan Penangkapan 3 Bandar Sabu dengan Barbuk 27 Kg
 
Bawa Shabu 1 Kg, Dua Pemuda Asal Purwakarta Ditahan Polisi Kebun Jeruk
 
4 Terdakwa Memiliki 41 Kg Sabu Terancam Hukuman Mati
 
Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Barbuk Narkoba Senilai Rp 10 Miliar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
RI Negara Pertama Asia Jual Surat Utang Global Rp 69 T dan Terbesar dalam Sejarah Indonesia
WALHI Layangkan Surat Terbuka Agar DPR RI Mencabut Omnibus Law CILAKA
Ojek Online Minta Jam Operasional dan Lokasi Gerai Toko Tani Kementan Ditambah
DPR Hendaknya Ngerti Penderitaan Rakyat, Bukan Malah Tetap Bahas Omnibus Law Saat Pandemi Covid-19
Status PSBB Covid-19 DKI Jakarta Mulai Diberlakukan 10 April 2020
Aturan yang Dikeluarkan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Terlalu Banyak
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Status PSBB Covid-19 DKI Jakarta Mulai Diberlakukan 10 April 2020
Polri Siap Tangani Kejahatan Potensial Selama PSBB
KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19
Muhammad Syarifuddin Resmi Jabat Ketua Mahkamah Agung yang ke 14
Surat Terbuka Sohibul Iman Presiden PKS Kepada Presiden RI Joko Widodo
Ditengah Pandemi Covid-19 Peredaran Narkotika 'Gorila' Makin Merajalela, 12 Tersangka Dibekuk Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]