Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Infrastruktur
Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu
2018-04-19 07:39:07

Ilustrasi. Joko Widodo.(Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai bahwa salah satu penyebab banyak ambruknya proyek infrastruktur di negeri ini disebabkan oleh sebagian besar tenaga kerja asing (TKA) tidak tersertifikasi.

Parahnya lagi, ambruknya proyek infrastruktur itu, kata dia, justru memakan korban dari pekerja dalam negeri.


"Akibat TKA tidak tersertifikasi banyak proyek infrastruktur ambruk dan memakan korban jiwa buruh-buruh kasar Indonesia," katanya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/4).

Tidak hanya itu, kondisi itu malah diperparah dengan beberapa dugaan penyelewengan bahan baku yang tidak sesuai standar.

Seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu di Minahasa, Sulawesi Utara. Dimana setidaknya ada konstruksi jalan tol runtuh dan menimbun tiga orang pekerja.

"Ada apa ini sebenarnya proyek proyek Infrastruktur yang di programkan Joko Widodo banyak mengalami accident dengan runtuhnya kontruksi infrastruktur seperti Jalan Tol Minahasa, Jalan Tol Becakayu, Jembatan di Bandara Cengkareng, kontruksi beton pada proyek LRT di Pulomas, tol Sumatera amblas, apartemen ambruk dan banyak lagi," ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, saking banyaknya proyek infrastruktur runtuh selama beberapa tahun terakhir, anak buah Prabowo Subianto ini bahkan berani mengatakan sepertinya semua pekerjaan kontruksi infrastruktur yang dibangun pada Jokowi sudah tidak lagi memperhatikan K3 alias Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

"Sehingga banyak kecelakaan kerja yang menyebabkan kerugian jiwa pada buruh-buruh Indonesia," tandasnya

Dia menduga banyaknya proyek infrastruktur yang ambruk itu karena didanai dari hutang pemerintah Indonesia ke China. Yang mana China mengharuskan proyek di dalam negeri untuk menggunakan material yang di impor dari negaranya pula.

Padahal kualitasnya KW 3 dan sangat rawan dengan kerusakan. Baik itu pada saat pembangunannya, atau pun pada masa depan.

"Contoh saja semen impor, besi impor yang murah dari China belum tentu kualitasnya KW 1," imbuhnya.

Hal ini katanya lumrah saja karena banyaknya mafia alias broker proyek di kementerian terkait yang menyebabkan pengurangan biaya proyek akibat permintaan fee tender yang sangat besar.

"Jadi lumrah saja akhirnya banyak infrastruktur yang dibangun dengan mengunakan material KW 3 alias kualitas grade 3," jelasnya.

Belum lagi, lanjutnya, baru-baru ini pemerintah membuat Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk mempermudah pekerja asing masuk ke Indonesia. Arief nampaknya tak yakin bahwa para TKA yang bekerja di proyek-proyek infrastruktur mengantongi sertifikat sebagaimana mestinya.

"Karena itu Depnaker Juga harus lebih aktiv untuk mengawasi pembangunan proyek proyek infrastruktur terkait penerapan K3 dan pengunaan TKA yang bersertifikat," tandasnya.

Lebih lanjut Arief mendesak DPR RI untuk memanggil semua kontraktor dan mengorek informasi dari mereka. Utamanya buka-bukaan terkait real cost proyek infrastruktur.

"Dan Presiden jangan pura-pura engga dengar. Jangan sampai infrastruktur yang dibangun diera Joko Widodo justru ketika digunakan banyak menyebabkan kecelakaan," demikian Arief Poyuono.(sam/RMOL/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Infrastruktur
Legislator Pertanyakan Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Waketum Gerindra: Masyarakat Butuh Jalan Raya Negara yang Gratis Bukan Jalan Tol
Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan
Rencana Pembangunan Infrastruktur Hamburkan Anggaran
Empat Tahun Ini, Jokowi Masih Gagal Membangun Infrastruktur
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Soal Tunggakan
Menteri Agama: Pentingnya Jaminan Produk Halal Bagi Konsumen Muslim
Polres Jakarta Utara Musnahkan Barang Bukti Narkotika Shabu Seberat 11 Kg
Tasyakur Milad Ke-30 LPPOM MUI, Tingkatkan Pelayanan dengan Aplikasi Digital
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
Raih Adipura Ketiga, Abdul Basyid Has Berharap Kabupaten Karimun Terus Berinovasi Wujudkan Sustainable City
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menteri Agama: Pentingnya Jaminan Produk Halal Bagi Konsumen Muslim
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
JAKI: 'Kaukus Korban HAM Kriminalisasi Rezim Jokowi' Bakal Ke Mahkamah Internasional
Polsek Kembangan Jakbar Menangkap 3 Orang Pengedar Narkoba di Lingkungan Sekolah
TNI AU Daratkan Paksa Pesawat Asing B-777 ET-AVN
Pernyataan Kontroversial Mendag Kembali Dikritik Legislator terkait Garam dan Gula
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]