Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Hutan
Banyak Kawasan Hutan Beralih Fungsi Jadi Sawah dan Ladang
2017-04-11 06:35:44

Ilustrasi. Sawah.(Foto: BH /sya)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada kasus di Indramayu, dimana kawasan Perhutani yang dipinjam pakai, kemudian digugat oleh masyarakat, dan masyarakat menang atas gugatan itu. Namun ada ketidakjelasan mengenai statusnya. Meskipun menang di kasus hukum tetapi lahannya tidak dikembalikan kepada Perhutani.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Herman Khaeron saat RDP dengan Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan KLHK, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Dirut Perum Perhutani dan Dirut PT. Inhutani, guna membahas tentang penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan.

"Kenapa hal-hal seperti ini tidak bisa diselesaikan secara hukum formal, berkaitan dengan kepemilikan lahan Perhutani. Bahkan banyak juga yang saya perhatikan berubah fungsi menjadi sawah atau ladang , tetapi kontribusi sawah dan ladangnya seperti apa juga tidak jelas," ujar Herman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/4).

Apalagi berkaitan dengan pinjam pakai kawasan untuk jalan Tol, lanjutnya, yang tidak jelas penggantiannya. Selain itu ia juga mencontohkan tentang keberatan Bupati Lebak kalau seluruh kawasan pinjam pakai, kemudian dilimpahkan ke Kabupaten-kabupaten yang mereka pun sangat butuh untuk meluaskan kawasan pembangunannya.

"Berkurangnya area tersebut atas penggunaan lainnya dalam kawasan Perhutani dan Inhutani itu melanggar hukum tidak? apa sanksinya bila melanggar hukum?, karena saya bisa buktikan banyak kasus yang mengurangi terhadap luasan area yang sudah ditetapkan, pada waktu pendelegasian untuk diberikan kepada Perhutani maupun Inhutani," tandasnya.(dep,mp/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Hutan
 
• Uni Eropa Sahkan UU Anti-Deforestasi, Pemerintah Indonesia Mesti Berbenah
 
• Tak Hanya Identifikasi dan Pendataan, Ansy Lema Minta KLHK Tindak Tegas Pelaku Perusakan Hutan
 
• Cegah Kerusakan Hutan, Pengelolaan Hutan yang Lestari Harus Jadi Prioritas
 
• Perlu Penguatan Peran Negara dalam Perlindungan Kawasan Hutan
 
• Walhi: 427.952 Hektar Hutan Kalimantan Jadi Konsesi di Era Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]