Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kementerian Pertanian
Bantuan Ayam Super di Kabgor Banyak Mati, Distributor Terkesan Lepas Tangan
2020-01-20 15:48:34

Ketua LSM GERAK - Ali Syahab (Foto: Istimewa)
GORONTALO, Berita HUKUM - Masyarakat Kabupaten Gorontalo semestinya sangat senang dan bahagia dengan adanya Program Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memberikan bantuan berupa Bantuan Ayam Super dengan anggaran kurang lebih 14 Mliyar dan bersumber dari Dana APBN 2019.

Betapa tidak, dengan anggaran kurang lebih 14 Milyar dan masing-masing 50 ekor ayam yang di terima oleh setiap Kepala Keluarga RTMP (Rumah Tangga Miskin Pertanian), tentu saja bantuan ini akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka sebagai penerima bantuan.

Tapi sangat disayangkan, bantuan ayam super ini banyak yang mati setelah diterima oleh RTMP, ironisnya lagi, bantuan ini belum semua tersalurkan, karena baru sekitar 75% yang terdistribusi pada tanggal 13 Desember 2019 kemarin.

Ketua LSM GERAK (Gerakan Keadilan Rakyat), Ali Syahab saat di wawancarai oleh awak media ini mengatakan bahwa di Desa Puncak dan Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, sudah hampir 4 bulan, bantuan ayam itu tidak kunjung datang, padahal kandang ayam yang mereka buat sudah selesai semua di kerjakan dan siap di tempati.

"Penerima bantuan Ayam Super ini diberi waktu seminggu untuk membuat kandang, dan setelah pembuatan kandang selesai, seminggu kemudian lagi dijanjikan bantuan ayam ini akan di distribusi, tapi sampai dengan saat ini, sudah hampir empat bulan ayam itu tak kunjung datang juga," tegas Ali.

"Kalau di Desa Helumo, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, ada 190 RTMP yang ayamnya mati, dan yang hidup cuma sekitar 4 sampai 5 ekor dari masing-masing 50 ekor tiap Orang, dan penyebab ayam mati ini karena rata-rata tidak ada pendampingan dari pihak Kontraktor," tambah Ali Syahab, Senin (20/1).

Parahnya lagi, menurut Ali, tidak ada bentuk sosialisasi ke masyarakat, bahwa jika ada ayam yang mati dalam satu atau tiga hari setelah di distribusi, diharuskan melapor ke petugas, karena sesuai juknis disebutkan bahwa ayam yang mati dalam 1 atau 3 hari akan diganti, maka menurut Ali, ada indikasi pihak Kontraktor terkesan lepas tangan atau tidak ingin melakukan ganti rugi.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Vemy Waty Umar saat di konfirmasi menyatakan bahwa bantuan ini sumbernya dari APBN, jadi tidak ada tanggung jawab di APBD Kabgor, dan pihak Provinsi yang bisa menjawab masalah ini.

"Mengenai kematian ternak, dimana-mana unggas itu lebih rentan terhadap penyakit dibanding ternak yang lebih besar, apalagi dengan cuaca seperti ini, apalagi RTMP sebagai penerima bantuan ini memang belum pernah sama sekali memelihara ayam dengan jumlah yang cukup besar, mungkin itu yang jadi problem, dan mengenai 75% yang baru tersalurkan, saya dengar kabar dari Provinsi ada lanjutannya dan akan diselesaikan, ditunggu saja, karena namanya bantuan, masyarakat tinggal tahu menerima, dan Alhamdulillah kita dapat, karena tidak semua Provinsi yang dapat bantuan ini," papar Vemi.

Menurut Vemi, namanya ternak unggas, mortalitas untuk angka kematian sangat tinggi, apalagi mereka bukan peternak yang sudah pengalaman, tapi pemula semuanya dan mereka adalah rumah tangga miskin yang bukan peternak.

"Cuma 4 atau 5 ekor yg hidup, tidak masuk di akal, karena kemarin teman-teman turun lapangan, masih bnyk yang hidup, memang ada yang mati, tapi tidak sebanyak itu, mungkin itu laporan yang bohong, kalau mati, wajarlah mati, apalagi masih umur 1 bulan, artinya rentan dengan serangan penyakit, bisa juga iklim, cuaca, keadaan setempat dan pemeliharaannya," tambahnya.

"Harapan saya untuk masyarakat miskin agar bisa memelihara ayam dengan baik untuk mencukupi kebutuhan makanan telur dan daging ayam, sehingga bisa berkembang dan bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Gorontalo," tutup Vemi Umar.(bh/ra)


 
Berita Terkait Kementerian Pertanian
 
KPK Tetapkan Syahrul Yasin Limpo, Sekjen Kementan, Direktur Alat dan Mesin Pertanian sebagai Tersangka
 
Alasan Syahrul Yasin Limpo Pilih Mundur dari Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju
 
Sambangi Kantor Kementan, SYL Pamit ke Para Pegawai
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan 'Hilang Kontak' Usai Kunker ke Eropa
 
Harga Cabai Melonjak, Johan Rosihan Desak Kementan Atasi Produksi dan Optimalkan Penanganan Pasca-Panen
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]