Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Banser Rakyat Aceh Mengecam Anggaran Pengukuhan Wali Nangroe Mencapai Rp 50 Milyar
Thursday 03 Oct 2013 04:09:10

Efendi alias Coboy, Bersama Pengurus LSM Banser Rakyat Aceh, saat di wawancara awak media.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banser Rakyat Aceh (BRA), mengutuk tindakan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR-A), yang menganggarkan anggaran untuk pengukuhan Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe Aceh.

Hal tersebut di sampaikan Ketua LSM Banser Rakyat Aceh Efendi
alias Coboy pada awak media ini rabu 2/10 di Banda Aceh," menurut Coboy usulan dana Rp 50 M, untuk pengukuhan Wali Nanggroe sangat tidak rasional, DPR Aceh terkesan kurang peka dengan nasib masyarakat Aceh.

"Rakyat Aceh saat ini masih banyak yang hidup dalam kesusahan, Hal ini sudah sangat nyata apa yang dibutuhkan rakyat aceh saat ini, seperti kondisi pendidikan, sosial, dan kesehatan masih belum maksimal, Kami juga menilai DPR Aceh sudah kurang peduli terhadap nasib masyarakatnya yang masih banyak hidup, yang masih terjerat kemiskinan dan duafa,."

Seharusnya DPR Aceh berfikir bagaimana cara untuk mensejahterakan rakyat aceh secara menyeluruh, Bukan sebaliknya mengambil uang rakyat hanya untuk membuat pesta di atas penderitaan rakyat aceh," Saat ini di Aceh sudah lahir pemimpin yang tidak merakyat, dan mengkhianati rakyat," ujar Coboy.

"Kami juga berharap kepada Perasiden dan Mandagri untuk tidak mengesahkan Qanun Wali Nanggroe, apa lagi untuk penlantikan Wali Nangroe, Rakyat Aceh sudah sangat menderita dengan konflik yang berkepanjangan, dan di tambah lagi, dengan lahirnya pemimpin yang zalim, yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja," ujar Coboy lagi.

Dimana mata hati para pemimpin Aceh saat ini, sekarang masih banyak rakyat Aceh yang menderita, akibat dari konflik Aceh, Lebih baik perhatikan nasib mereka, ketimbang acara hura-hura, uang 50 M
itu tidak sedikit, jika digunakan untuk membagun rumah duafa, bisa mencapai 1.000 an unit rumah lebih," pungkas Coboy.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]