Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Bank Century Hanya Butuh Rp 1 Triliun
Friday 20 Sep 2013 14:26:14

Aksi teatrikal Mahasiswa BEM-SI demo meminta Abraham Selesaikan penyidikan kasus Bail Out Bank Century, dengan membawa mayat dengan kain pocong, dan serta kemenyan dan nisan bertuliskan kematian nurani Abraham Samad didepan Pintu Masuk Gedung KPK, Selasa (21/5).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi pemberatasan Korupsi KPK untuk kesekian kalinya, memeriksa mantan Direktur Utama Bank Century, Robert Tantular, dalam pemeriksaan harii ini, Jumat (20/9) Robert di dampingi kuasa hukumnya Andi Simangungsong dan menjelaskan kepada para wartawan, bahwa pemerintah sebenarnya saat itu, hanya perlu mengucurkan Rp 1 triliun untuk menyelamatkan bank century. Bahkan, Sarja bidang ilmu hukum ini berani menduga bahwa kondisi kalah kliring Bank Century saat itu sengaja dibuat oleh pihak-pihak tertentu.

"Menurut manajemen Bank Century, Rp 1 triliun cukup untuk menyelamatkan Bank Century," ujar Andi Simangunsong kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta.

Ada permintaan dana sebesar Rp 1 triliun pada tanggal 29 Oktober 2008 untuk menyelamatkan bank century namun tidak dikabulkan.

Akibatnya, lanjut Andi, pada tanggal 13 Nopember 2008, Bank Century collapse (gagal) dan pemerintah memberikan bailout (dana talangan) mencapai Rp 6,7 triliun.

Melihat kronologis dari terjadinya kalah kliring dari Bank Century saat itu wajar apabila banyak pengamat menduga- menduga adanya adanya tangan -tangan terselubung yang dengan sengaja yang ingin menyebabkan bank century kolaps.

Sementara itu, selain memeriksa Robert Tantular, hari ini Sagas Century KPK juga melakukan pemeriksan terhadap dua pegawai Bank Mutiara (dahulu Bank Century), Suherman dan Liza Monaliza, terkait perkara ini sebagai saksi sebagai mana jadwal yang tertera di pemeriksaan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]