Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Rekor MURI
Bangun 1.200 Toilet Dalam Sehari, Pontianak Pecahkan Rekor MURI
Saturday 22 Jun 2013 18:51:55

Ilustrasi Toilet.(Foto: Ist)
PONTIANAK, Berita HUKUM - Pembangunan 1.200 toilet dalam satu hari di Kota Pontianak berhasil memecahkan rekor MURI. Kegiatan ini merupakan inisiasi Pemerintah Kota Pontianak bersama Polda Kalimantan Barat, perguruan tinggi, serta komponen masyarakat.

Kegiatan pemecahan rekor MURI secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak pada apel bersama yang dipusatkan di depan Kantor Wali Kota Pontianak atau di Taman Alun-Alun Kapuas, Sabtu pagi (22/06).

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menerangkan, pembangunan 1.200 toilet dalam satu hari tersebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak. Hal ini bertujuan, untuk mewujudkan Kota Pontianak sehat menuju masyarakat sejahtera, khususnya kepada masyarakat yang tidak mampu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membantu memberikan bersama-sama mewujudkan sarana toilet yang memenuhi syarat.

Sebab, menurutnya, dampak pembangunan ini berdampak terhadap penciptaan etos kerja, karena toilet merupakan sumber dari segala masalah di sebuah rumah tangga. “Sehat atau tidaknya sesorang, bisa kita lihat dari toiletnya, jika toilet tersebut bersih, maka dijamin etos kerja seseorang tersebut akan baik,” terangnya.

Dijelaskannya, pembangunan toilet ini menghabiskan anggaran sebesar Rp2 miliar dari dana APBD Pemkot Pontianak, yang di prioritaskan bagi masyarakat yang menerima bantuan program rehabilitasi rumah tidak layak di kota tersebut.

Terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto mengatakan, pembangunan toilet ini diharapkan dapat mendongkrak indeks pembangunan manusia yang masih rendah. Sedangkan kerjasama ini merupakan wujud sinergitas antara polri dan pemerintah kota, yang diharapkan menjadi pelopor sekaligus mengubah image kepolisian dimata masyarakat.

“Oleh karenanya saya mengajak kepada jajarannya, untuk mengubah paradigma bahwa Polri setara dengan masyarakat, melainkan polisi adalah mitra masyarakat, sudah waktunya kita tanggalkan arogansi sektoral, dan terbukti saat ini mahasiswa dan polri kompak membangun Kalbar bersama-sama,” tegasnya.

Pembangunan 1.200 toilet ini tercatat sebagai gebrakan yang menjadi catatan sejarah bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia, yang melibatkan semua komponen masyarakat khususnya mahasiswa dan Polri.

Hal ini dikatakan oleh Senior Manager Muri Paulus Pangka, yang secara langsung memberikan penghargaan. Menurutnya, hal ini berbeda dengan kota lainnya seperti Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu juga melakukan pembangunan toilet serupa yakni sebanyak 1.100 toilet. “Namun hanya melibatkan masyarakat saja, Sehingga MURI tidak ragu-ragu memberikan penghargaan kepada prakarsa, penyelenggara dan pendukung pembangunan 1.200 toilet,” pungkasnya, seperti dikutip okezone.com.

Penghargaan ini sendiri tercatat di MURI dengan Nomor 6.031/R.MURI/XI/2013, yang dianugrahkan kepada Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto, Walikota Pontianak Sutarmidji, dan Universitas Tanjung Pura (Pontianak, selaku perguruan tinggi yang mendukung acara tersebut.

Pembangunan toilet dibantu 2 personel polisi untuk mengawal pembangunan 1 toilet, dibantu oleh masyarakat dan mahasiswa. Pemerintah Kota Pontianak tahun depan, juga terus berkomitmen akan melanjutkan pembangunan toilet ini dengan jumlah pembangunan yang lebih besar, sekaligus memecahkan rekor yang tercipta saat ini.

Ke depan, Pemkot juga akan membuatkan toilet umum kepada masyarakat yang bermukim di tempat padat, seperti di daerah Banjar Sarasan, dan permukiman di sepanjang Sungai Kapuas agar menciptakan budaya tersendiri kepada masyarakat, dalam berinteraksi kepada lingkungannya masing-masing.(ful/oke/bhc/opn)


 
Berita Terkait Rekor MURI
 
Siti Badriah Dapat Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia
 
Pecahkan Rekor MURI dan Dunia, Kaur Hidangkan Sate Gurita Sebanyak 6.011 Tusuk
 
Peringati HUT RI Ke 73, Ratusan Wanita akan Nyelam Massal di Manado
 
Lanud Pattimura Pecahkan Rekor MURI Paralayang
 
Mudik Bareng BUMN 2016, Pecahkan Rekor Muri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]