Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Demo Buruh
Bangkit dan Melawan lah Kaum Buruh, Dipundakmu Masa Depan Indonesia
2016-04-29 18:14:18

Ilustrasi. Demo Buruh.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kita harus tegar dan jangan terpancing oleh agitasi serta propanganda dari agen agen Neolib dan Kapitalis yang tidak menginginkan Buruh hidup layak dan sejahtera, serta tetap ingin untung besar dengan membayar Upah Buruh Murah, serta ingin tetap langgeng menciptakan sistim perbudakan modern dengan sistim kerja Kontrak.

"Buruh Jangan Bentuk Ormas, karena akan mengkerdilkan sebuah gerakan Serikat Buruh. Jangan kita terpancing dengan kata-kata Propaganda yang disuarakan oleh antek-antek neolib dan kapitalis yang mengkritik dan mencibir terhadap setiap aksi-aksi besar Serikat Buruh, yang dianggap hanya menyebabkan kemacetan, serta selalu mengatakan 'Kok, yang diperjuangkan dan disuarakan Selalu masalah Upah, Sistim kerja Kontrak Outsourcing dan Kesejahteraan sih'," ungkap Arief Poyuono Ketua Umum
Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara ( FSP BUMN ) Bersatu, sebagaimana rilis pers diterima pewarta BeritaHUKUM di Jakarta pada, Kamis (28/4).

Kita sebagai kaum Buruh jangan mundur dengan propanganda yang meyesatkan itu, karena sesungguhnya sejak dulu dan hari ini keberadaan Serikat Buruh di Indonesia sudah menjadi bagian dari 5 Pilar dalam kehidupan Demokrasi, serta pengambil Keputusan bangsa Indonesia, kelima Pilar tersebut adalah Eksekutive ( Pemerintah ), Yudikative, Legislative, Media dan Serikat Buruh," jelas Arief Poyuono, jelang peringatan May Day sebagai hari buruh di seluruh dunia pada 1 Mei mendatang.

Jadi apa yang diperjuangkan Buruh yaitu Upah layak. Tolak Outsourcing dan Kesejahteraan sudah pada arah yang benar dan tepat, karena sampai hari ini Nyata-nyata makin Ganas saja 'kerakusan' kaum kapitalis dan neolib untuk menciptakan kemiskinan pada kaum Buruh.

Karena itu, "mulai lah kaum Buruh Indonesia yang menjadi klass mayoritas dalam sebuah negara, tidak terkecuali di Indonesia untuk merapatkan barisan dan menciptakan Front Perjuangan Buruh, Tani dan Nelayan untuk memperjuangakan cita-cita luhur UUD 1945 dan Pancasila menuju masyarakat dan negara yang berdaulat," tegas Arief Poyuono, yang juga menjabat sebagai wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan.

"Jangan terpancing untuk membentuk Ormas Buruh. Karena marwah Serikat Buruh lebih tinggi dan mulya dari sebuah Ormas coba lihat saja adakah Persatuan Ormas sedunia yang ada hanya kata Kata' Kaum Buruh Sedunia Bersatulah, " cetusnya.

Karena dalam memperingati Hari Buruh Sedunia atau Mayday kita harus memulai Perjuangan kaum Buruh Indonesia harus lebih massive, Strategis. Taktis dan terprogram untuk masuk dalam persoalan negara yang semuanya pasti akan bermuara pada tingkat kesejahteraan kaum Buruh dan kedaulatan Negara.

Banyak persoalan negara dan Masyarakat yang mengharuskan Kaum Buruh harus ikut campur dalam menentukan setiap langkah dan kebijakan terkait pembangunan bangsa Indonesia menuju kesejahteraan, mulai dari ancaman obral murah Aset Aset Negara, kebijakan yang pro Asing dlll.

"Ayo Kaum Buruh Indonesia terus bangkit dan Melawan terhadap antek-antek kapitalis dan neolib yang sudah menjalar disetiap kebijakan pemerintah", Darah Rakyat Indonesia masih mengalir menderita sakit dan lapar."(rls/bh/mnd)


 
Berita Terkait Demo Buruh
 
Penahan 3 Mahasiswa Undip Diharapkan Diselesaikan Melalui Restorarive Justice
 
Satuan Pamwal Ditlantas Polda Metro Lakukan Pengamanan Demo Buruh dengan Cara Ini
 
Temui Massa Aksi Demo, Sufmi Dasco Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh
 
Buruh Akan Tetap Demo Besar-besaran 30 April Kepung DPR, Gak Peduli Pandemi Covid-19
 
Rizal Ramli: Wasit Tidak Adil, Perlu Audit Forensik Komputerisasi KPU dan Bisa Kena Pidana 4 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]