Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pemalsuan
BTN Terindikasi Pemalsuan Dokumen PKB, SP BTN Dikawal ACTA Lapor ke Bareskrim
2019-12-04 18:41:20

Pengacara ACTA, Munathsir Mustaman bersama Ketum SP BTN Satya Wijayantara saat melaporkan tindak pidana pemalsuan dokumen manajemen BTN ke Bareskrim Mabes Polri.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Munathsir Mustaman, SH, perwakilan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan Rabu (4/12), guna mendampingi Ketua Serikat Pekerja Bank BTN, Satya Wijayantara untuk melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat serta dokumen hasil Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pihak manajemen Bank BTN dengan Serikat Pekerja (SP) BTN yang sebelumnya ditanda tangani saat Munas Serikat Pekerja pada 2018 lalu.

Tindak pidana pemalsuan surat serta dokumen, "diduga dilakukan oleh Divisi Human Capital Bank BTN sebagaimana diatur dalam Pasal 263 atau Pasal 266 jo pasal 55 KUHP," ujar Munathsir Mustaman.

Munathsir sebagai perwakilan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) saat mendampingi pekerja bank BTN menyampaikan dimana mencermati dalam Munas SP BTN tahun 2018 lalu, bahwa awalnya, keluarga pekerja (Isteri/Suami/Anak) meninggal dunia, Perusahaan akan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja sebesar 3 (tiga) kali gaji dasar.

"Jika yang meninggal adalah orang tua/ mertua pekerja diberikan uang duka sesuai ketentuan perusahaan. Nilai nominal bantuan pemakaman di atas akan dievaluasi setiap 2 (dua) tahun sekali," jelasnya.

Adapun, hasil perundingan PKB yang didaftarkan oleh perusahaan, pasal 43 ayat (2) berbunyi, keluarga pekerja (isteri/ suami/ anak) meninggal dunia. Perusahaan akan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja sebesar 3 (tiga) kali gaji dasar.

Sementara, lanjutnya perubahan Pasal 43 ayat (2) malah berisikan bahwa dalam hal keluarga pekerja meninggal dunia, perusahaan akan memberikan bantuan pemakaman kepada Pekerja atau ahli warisnya yang sah.

Lalu, ungkapnya mengenai penghapusan pasal 76 Ayat (4) berisi dalam rapat perumusan sanksi dihadiri perwakilan SP BTN memiliki kewenangan memberikan sanksi ringan, sedang dan berat kepada pelaku pelanggaran dengan person grade dan jabatan diatur dalam peraturan perusahaan.

PKB yang didaftarkan oleh perusahaan, ayat di atas dihapus. Menurut Munathsir, Pengacara ACTA itu menuding Divisi Human Capital Bank BTN diduga melakukan pemalsuan empat (4) pokok materi perundingan PKB Manajemen BTN dengan Serikat Pekerja BTN.

"Selain pemalsuan 4 materi perundingan PKB, selanjutnya didaftarkan di Kemenaker RI, penambahan 1 (satu) ayat ke dalam Pasal 10," ungkap Munathsir.

Adapun, pasal 10 Ayat (5) PKB kesepakatan Munas berisikan, apabila kualifikasi Pekerja experienced hire dan professional hire dikategorikan standard performance, maka terhadap pekerja experienced hire dan professional hire ditawarkan pengunduran diri.

Di samping itu, ayat tersebut berubah menjadi ayat (6). Lalu pada PKB yang didaftarkan oleh perusahaan, Pasal 10 ayat (5) diganti berbunyi, 'Perusahaan wajib melibatkan Serikat Pekerja dalam merundingkan dan menetapkan jenis pekerjaan yang dapat diberikan penawaran pada experienced hire professional dan hire memperhatikan kepentingan utama pemberian kesempatan pekerja karir.' pihak manajemen Bank BTN dengan Serikat Pekerja (SP) BTN yang sebelumnya ditandatangani saat Munas Serikat Pekerja 2018 lalu.

"Diduga pemalsuan dokumen PKB yang diajukan ke kemenaker dilakukan divisi Human Capital Bank BTN terindikasi langgar aturan pasal 263 atau Pasal 266 jo pasal 55 KUHP," tandasnya.

Di lokasi, saat melaporkan ke pihak polisi kelima (5) advokat dari ACTA nampak mendampingi lima orang perwakilan serikat pekerja BTN.'(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pemalsuan
 
• Terbukti Bersalah, Hakim PN Samarinda Vonis Terdakwa Rahol 1, 6 Tahun Penjara
 
• Direktur Ko Diduga Palsukan Surat Dilaporkan Komisaris ke Polisi, Perkaranya Tahap Penyidikan
 
• Diungkap! Proses Penahanan Tersangka Pemalsuan Dokumen IUP PT Bintangdelapan
 
• Tak Hanya Diduga Lalai SOP, Oknum Bank Pemerintah Juga Disebut Terbukti Palsukan Resi Jasa Pengiriman
 
• Polri Tangkap Produsen Oli Kemasan Palsu Beromset Miliaran Rupiah per Bulan di Jawa Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]