Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Merpati
BK Temukan Data Dirut Merpati Tidak Akurat
Thursday 29 Nov 2012 10:43:25

Ketua BK, M. Prakosa saat ditanyai para wartawan.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Kehormatan (BK) DPR RI kembali menemukan ketidakakuratan dalam keterangan Dirut Merpati Rudi Setyopurnomo. Anggota Komisi XI Mohammad Hatta yang dilaporkan ikut memeras perusahaan pelat merah tersebut kembali diralat dengan alasan salah identifikasi.

"Kami sayangkan tidak akuratnya informasi Dirut Merpati apalagi menyangkut nama orang, karena yang dilaporkan bisa divonis publik telah melakukan sesuatu yang illegal. Ini kembali lagi terjadi ketidak akuratan, salah nama identifikasi," kata Ketua BK M. Prakosa dalam konferensi pers di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (28/11).

Ia menambahkan akan mendalami penyebab salah identifikasi ini karena baginya tidak dapat diterima seorang pejabat publik menyampaikan informasi yang tidak dicermati terlebih dahulu. Menyikapi hal ini BK menurutnya mempertimbangkan untuk memanggil kembali Meneg BUMN Dahlan Iskan.

"Kami juga pertimbangkan untuk undang Pak Dahlan sekali lagi dalam rapat BK, karena beliau yang pertama kali menyampaikan, terkait perubahan nama. Kok salah lagi, karena ini menyangkut nama orang. Ini hal sangat serius, nanti kita akan sampaikan seorang pejabat publik tidak seharusnya menyampaikan sesuatu kalau belum dikaji secara cermat," tandasnya.

Mengenai hasil konfrontir yang dilakukan antara Dirut Merpati dengan anggota Komisi XI Sumaryoto, ia menyebut masing-masing pihak bertahan pada pendapat masing-masing. Satu hal yang terungkap keduanya beberapa kali bertemu di luar gedung DPR. Ketua BK menekankan akan mendalami kepentingan pertemuan tersebut.

Sementara itu dalam keterangan kepada wartawan usai sidang konfrontir Sumaryoto mengakui pernah bertemu 3 kali di luar gedung DPR dengan Rudi Setyopurnomo. Pertemuan itu bukan atas inisiatif dirinya.

”Saya dipaksa ketemu oleh dua orang stafnya. Pernah juga bertemu dalam satu acara di pulau Komodo dan di depan orang banyak dia mencium tangan saya. Ada apa itu, saya nggak ngerti,” ungkapnya.

Ia juga membantah pernah menelpon atau saling mengirimkan pesan pendek. “Saya tidak pernah sms kepada siapapun. Di ruang BK disampaikan tapi tidak ada buktinya. Saya merasa tidak ada bukti yang memberatkan saya,” demikian Sumaryoto.(iky/dpr/bhc/opn)


 
Berita Terkait Merpati
 
• Salah Kelola, Merpati Rugikan Keuangan Negara
 
• Komisi III Pertanyakan Kelanjutan Kasus Merpati
 
• Merpati Harus Tetap Dipertahankan
 
• Pengamat: Jika Merpati Tutup, Kerugian Akan Lebih Besar
 
• Pesawat Merpati Patah Jadi Dua Bagian
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]