Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
DPR RI
Artis Hijrah ke Politik, Pramono: Sedikit Yang Berkualitas Banyak Yang Terjebak
Thursday 02 May 2013 20:18:15

Wakil Ketua DPR/Korinbang Pramono Anung Wibowo.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM – Menanggapi fenomena artis hijrah (pindah) ke politik, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menyatakan, pada periode Pemilu 2009 kemarin, sebagian besar anggota dewan dari kalangan artis masih terjebak dengan profesi lamanya.

“Sehingga lupa dengan tugas utamanya, yaitu fungsi pengawasan, legislasi dan budgeting,” ujar Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/5).

Meski demikian, Pramono menyebutkan, masih ada anggota dewan dari kalangan artis yang berkulatitas. Sebut saja, Ruhut Sitompul, Rieke Diah Pitaloka, Dedy Gumelar, Tantowi Yahya, Nurul Arifin dan Vena Melinda.

Namun, Pramono mengaku, jika dibandingkan antara yang berkualitas dengan yang tidak, masih lebih banyak yang tidak berkualitas.

Tetapi, bukan berarti kalangan artis yang menjadi anggota DPR adalah bagian rusaknya citra DPR saat ini. Sebab, dari jumlah kuantitas kalangan artis masih sedikit, yakni, dari 560 anggota hanya 18 orang.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Tjipta Lesmana berpendapat sebaiknya, pada Pemilu 2014, jangan sampai artis masuk ke Senayan. Sebab, dapat menimbulkan kemerosotan citra DPR.

"Banyak artis yang nggak pernah ngomong sama sekali. Ini yang bodoh parpolnya. Wakil rakyat ini kedudukannya amat terhormat, sangat berat, mengawasi pemerintah," ujar Tjipta.

Meski demikian, dirinya mengakui, tidak semua artis yang duduk di Senayan tidak bisa melaksanakan fungsi kedewanannya. Tetapi, jumlahnya masih sedikit dibandingkan dengan yang tidak berkualitas.

"Ada memang yang berlatar belakang artis yang punya kualitas bagus. Tapi sebagian besar tidak bagus," jelasnya.

Beban Yang Lebih Besar

Sebelumnya, mantan pelawak Dedi Gumelar alias Miing mengaku, saat pertama kali terjun ke dunia politik dirinya banyak mendapatkan dicaci maki dan dipandang remeh oleh masyarakat.

Sehingga, dirinya menilai, beban seorang artis menjadi politisi lebih berat. "Beban saya lebih berat daripada politisi biasa. Saya dianggap tidak mampu," ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Selasa, (30/4).

Untuk itu, Miing pun berbagi saran untuk para artis yang hendak mengikuti jejaknya. Setidaknya ada syarat yang harus dipenuhi jika seorang artis yang ingin menjadi sosok politisi baik.

Pertama, mendalami ideologi partainya agar tak sampai pindah hanya dengan iming-iming tertentu. Kedua, memahami tujuan dirinya terjun ke politik.(bhc/riz)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]