Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Gula
Arief Poyuono: Impor Gula Industri, Modus 'Kongkalikong' Ijin Raw Sugar
2019-01-12 04:15:23

Ilustrasi. Ini data perbandingan harga gula Indonesia dan Dunia.(Foto: @FaisalBasri)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada tahun lalu, pemerintah Indonesia memutuskan mengimpor Gula mentah industri rafinasi sebesar 3,6 juta ton, berlanjut tahun 20019 ini sebesar 1,1 juta ton guna memenuhi kebutuhan konsumsi. Padahal dengan Indonesia mengimpor Gula, maka akibatnya Defisit Neraca Perdagangan (current account deficit/ CAD) Indonesia semakin melebar.

Sedangkan produksi Gula Indonesia pada 2018, mencapai 2,1 juta ton. Sementara, harga eceran Gula di Indonesia 2,4 hingga 3,4 kali lebih mahal dari harga Gula Dunia selama Januari 2017 sampai November 2018.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, SE angkat bicara, seraya memberikan komentar kalau dirinya merasa aneh terkait perijinan impor gula Industri oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia tersebut.

Menurut Arief mengemukakan, serta merta sepertinya sudah di setting seolah-olah industri makanan dan minuman membutuhkan raw sugar. Lalu menteri perindustrian keluarkan rekomendasi impor gula industri, lalu menperindag keluarkan izin impornya, cetus Arief.

Jelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor Gula terbesar di dunia. Imbasnya nanti berkontribusi memperburuk defisit perdagangan. Padahal perbandingan harga eceran Gula yang ada di Indonesia dibanding negara-negara lain juga bisa tiga kali lipat kenaikannya.

"Ini diduga kuat ada konspirasi busuk antar kedua Departemen yang ujung-ujungnya disinyalir cuma mau cari Dana Pilpres dan Pileg lewat impor raw sugar atau gula Industri lewat para importir-impirtir gula yang diberikan kuota impor," tungkas salah seorang petinggi partai berlambangkan Kepala Burung Garuda Emas itu, Jumat (10/1).

Arief menambahkan, "siapa para importir itu...? ya mereka itu yang jelas sangat dekat dengan Menteri di kedua Departemen tersebut," tudingnya.

"Ini caranya mereka ngeruk duit dari "kongkalikong" perijinan impor raw sugar. Agar untung gede, dirinya dapat informasi perusahaan dua petinggi parpol di kekuasaan yang akan mendapatkan ijin impor raw sugar atau gula Industri," lanjutnya seraya membocorkan.

"Kemudian nanti akan ada koordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk mengamankan impor tersebut lagi?," ucapnya penuh tanda tanya.

Modusnya, ungkap Poyuono mencermati, dimana diduga nanti Impor isinya 30% gula industri (raw sugar) dan 70% gula konsumsi/ white sugar, dan tidak ada yang bisa tahu isinya.

"Karena itu akan banyak keuntungan, sebab lebih besar untungnya jual gula putih dari pada gula Industri. Nah Kangmas Joko Widodo hanya tutup mata saja kok, karena ini untuk kepentingan dia juga sih ya?," pungkasnya.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Gula
Pernyataan Kontroversial Mendag Kembali Dikritik Legislator terkait Garam dan Gula
Arief Poyuono: Impor Gula Industri, Modus 'Kongkalikong' Ijin Raw Sugar
Faisal Basri: Jelang Pemilu, Tiba-tiba Indonesia Jadi Pengimpor Gula Terbesar di Dunia
Legislator Sesalkan Kebijakan Impor Gula oleh Pemerintah
Pemerintah Diminta Kurangi Impor Gula Mentah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]