Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Arab Saudi
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
2019-09-19 20:30:26

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menunjukkan yang mereka klaim sebagai puing-puing sisa pesawat nirawak dan rudal jelajah Iran dalam serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi akhir pekan lalu.(Foto: REUTERS)
ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan sebanyak 18 pesawat nirawak drone dan tujuh rudal diluncurkan dari arah yang bukan berasal dari Yaman.

Sebelumnya, pemberontak Houthi di Yaman, yang didukung Iran, mengatakan mereka yang melancarkan serangan sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi.

Iran berkali-kali membantah terlibat sekaligus memperingatkan bahwa mereka akan membalas serangan yang ditujukan kepada mereka. Namun, AS berkukuh dengan tuduhan bahwa Iran berada di balik serangan itu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/09) merupakan aksi perang.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan AS memiliki "banyak pilihan" untuk meresponsnya.

"Ada opsi pamungkas, dan ada opsi yang jauh lebih sedikit dari itu," katanya.

"Dan kita akan lihat. Kita berada dalam posisi yang sangat kuat."

Apa saja temuan Saudi?

Kementerian Pertahanan Saudi memperlihatkan puing-puing dari pesawat tak berawak (UAV) dan rudal dalam jumpa pers.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki al-Malki, mengatakan bukti menunjukkan serangan itu diluncurkan dari utara dan "tidak diragukan lagi disponsori oleh Iran".

Namun, Malki mengatakan Saudi masih "berupaya untuk mengetahui dengan tepat titik peluncuran".

Juru bicara kementerian pertahanan Turki al-Malki menyajikan peta, foto, dan video dari serangan hari SabtuHak atas fotoAFP
Image captionJuru bicara kementerian pertahanan Turki al-Malki menyajikan peta, foto, dan video dari serangan hari Sabtu

Di antara puing-puing tersebut, terdapat benda yang disebut Kementerian Pertahanan Saudi sebagai sayap delta pesawat udara nirawak (UAV) milik Iran.

Malki mengatakan: "Data yang dipulihkan dari komputer [pada UAV] menunjukkan itu adalah milik Iran."

Dia mengatakan bahwa 18 UAV melancarkan tembakan ke fasilitas minyak Abqaiq dan tujuh rudal jelajah telah diluncurkan ke kedua target.

Empat rudal jelajah menghantam ladang minyak Khurais dan tiga lainnya jatuh dekat Abqaiq.

Malki mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan semuanya berasal dari arah utara.

A map showing Saudi oil strikes

Dia menunjukkan video satu UAV yang mengenai Abqaiq, bersama dengan peta dan foto-foto kerusakan.

Dia mengatakan tentang serangan ke lapangan minyak Khurais bahwa "dampak dari rudal jelajah menunjukkan kemampuan yang lebih canggih di luar kapasitas proksi Iran [pasukan pemberontak Houthi]".

Malki mengatakan rincian titik peluncuran belum dapat diberikan, tetapi dia mengatakan akan segera mengumumkannya begitu titik peluncuran itu ditemukan.

Dia mengatakan: "Meskipun Iran melakukan upaya terbaiknya untuk membuatnya tampak demikian, kolaborasi mereka dengan wakil mereka di kawasan ini untuk membuat narasi palsu ini menjadi jelas."

Dia menyebut serangan itu "serangan terhadap komunitas internasional... Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka".


Pertanyaan penting yang belum terjawab

Analisis oleh koresponden pertahanan dan diplomatik BBC, Jonathan Marcus

Data grafis dan puing-puing yang disajikan dalam konferensi pers militer Saudi tidak banyak bicara tentang pertanyaan penting.

Apakah senjata yang digunakan dalam serangan terhadap instalasi minyak Saudi benar-benar ditembakkan dari wilayah Iran?

Yang kita dapatkan hanyalah pernyataan samar bahwa senjata-senjata itu datang dari utara.

Ada lebih banyak rincian mengenai senjata itu sendiri: sekitar 25 di antaranya merupakan campuran UAV dan rudal jelajah. Adapun rudal jelajah tersebut diidentifikasi sebagai rudal Ya-Ali buatan Iran.

Iran tampak sebagai sangat terlibat dalam seluruh urusan, tetapi penjelasannya hanya sampai di situ selagi investigasi Saudi terus berlangsung.

Para pejabat AS, yang tidak mau identitasnya dipublikasikan, tampaknya sudah yakin Iran terlibat langsung. Namun, Saudi yang tampaknya mengatur ritmenya.

Apakah ini upaya untuk memberikan waktu yang cukup untuk beradu kembali dengan Teheran? Atau apakah ini adalah bentuk manajemen krisis - membeberkan banyak hal dengan harapan bahwa eskalasi dapat dihindari?


Bagaimana reaksi Iran?

Belum ada tanggapan resmi dari Iran soal konferensi pers tersebut.

Kantor berita iIrna sebelumnya melaporkan bahwa Iran mengirim nota diplomatik yang berbunyi: "Jika ada tindakan yang dilakukan terhadap Iran, tindakan itu akan segera dihadapkan pada jawaban Iran."

Kantor berita Reuters mengutip penasihat presiden Iran yang mengatakan taklimat itu menunjukkan Arab Saudi "tidak tahu apa-apa" tentang serangan tersebut.

Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman mengatakan citra satelit itu dibuat-buat dan kerusakan fasilitas Saudi telah diciutkan.

Juru bicara militer Yahya Sarea menekankan lagi bahwa pasukan Houthi berada di balik serangan itu, dan merinci jenis dan jangkauan rudal dan drone yang bisa mereka gunakan.

saudiHak atas fotoREUTERS
Image captionKepulan asap terlihat di fasilitas Aramco di Kota Abqaiq, Arab Saudi.

Apa langkah selanjutnya?

Meskipun AS telah menegaskan bahwa mereka percaya Iran berada di balik serangan itu, Presiden Trump telah menunjukkan dirinya enggan terlibat dalam respons militer.

Pada Rabu (18/09) dia mengatakan "sangat mudah" untuk terlibat dalam konflik militer. Namun, menurutnya, pelajaran dari Timur Tengah membuktikan bahwa itu kemudian menjadi sulit.

Sebelum taklimat Saudi berlangsung, Trump mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Keuangan untuk "meningkatkan sanksi AS secara substansial" terhadap Iran setelah serangan itu.

Trump mengatakan akan ada lebih banyak rincian dalam 48 jam. Sanksi saat ini sudah luas, yang bertujuan mengurangi ekspor minyak Iran dan melumpuhkan ekonominya.

Pompeo kemudian bertemu putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, untuk membahas strategi tentang masalah ini.

Para pakar PBB telah pergi ke Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan atas serangan itu, ujar Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, memperingatkan "konsekuensi yang menghancurkan" dari konfrontasi besar.

saudiHak atas fotoREUTERS
Image captionFoto satelit menunjukkan kepulan asap di fasilitas minyak Saudi di Kota Abqaiq.

Apa latar belakang semua ini?

Abqaiq- yang dikelola perusahaan minyak negara Saudi, Aramco- dan ladang minyak Khurais dihantam drone dan rudal pada Sabtu (14/9) dini hari.

Pemberontak Houthi telah berulang kali meluncurkan roket, rudal, dan pesawat tanpa awak di daerah-daerah berpenduduk di Arab Saudi.

Iran adalah saingan regional Arab Saudi dan penentang AS, yang menarik diri dari perjanjian yang bertujuan membatasi program nuklir Teheran setelah Trump mengambil alih kekuasaan.

Ketegangan AS-Iran meningkat tajam tahun ini.

AS mengatakan Iran berada di belakang serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk pada Juni dan Juli, serta pada empat lainnya pada Mei. Teheran menolak tuduhan dalam kedua kasus.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Arab Saudi
Serangan Kilang Minyak Arab Saudi: Presiden Iran Minta Pasukan Asing Menjauh
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Serangan Kilang Minyak Arab Saudi: AS Sebut Data Intelijen Menunjukkan Keterlibatan Iran
Arab Saudi Resmikan Kereta Cepat yang Hubungkan Mekkah dan Madinah
Perdana, Arab Saudi Rilis Surat Izin Mengemudi untuk Perempuan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
Masjid di Afghanistan Dibom Saat Shalat Jumat, Sedikitnya 62 Orang Tewas
Akbar Tanjung Komentari Sikap Politik Gerindra dan Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
Polda Gelar Doa Bersama untuk Situasi Kamtibmas di Gorontalo
Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]