Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Wamen ESDM
April dan Mei 2012, Kementrian ESDM Akan Terbitkan Dua Aturan
Wednesday 18 Apr 2012 00:02:18

JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Program penghematan terkait energi dan air kini sedang bergaung kencang di lingkungan Kementrian Energi Sumber Daya Alam (ESDM). Menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, soal penghematan dilakukan terkait penundaan kenaikan harga BBM Subsidi. Wacik turut menyebut penghematan akan penggunaan mobil dengan kapastitas mesin tertentu sedang dibahas oleh Pemerintah.

“Saya minta agar dilingkungan ESDM khususnya, harus ada penghematan energi dan air. Jangan hidupkan lampu dan AC jika tidak digunakan terutama saat malam hari,” pinta Wacik melalui para wartawan di Jakarta, Selasa (17/4).

Pria yang terkenal dengan senyumnya ini pun mengungkapkan program penghematan energi dan air terkait Instruksi Presiden yang akan diterbitkan pada Akhir April 2012.

Kementerian ESDM juga akan melakukan pembatasan BBM bersubsidi pada Mei mendatang. Pembatasan itu dimulai dari instansi pemerintah, lalu 60 hari setelah terbit Perpres tentang penghematan energi.

Proses pembatasan akan dimulai dari sejumlah daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Aturan tentang Bahan Tambang Mineral Terbit Awal Bulan Mei

Selain akan menerbitkan penghematan air dan energi di lingkungan Kementrian ESDM, Jero Wacik direncanakan akan mengesahkan aturan tentang bahan tambang Mineral yang mengatur tata kelola keluar masuk barang mentah mineral.

Menurut Wacik, dengan penerbitan aturan ini, Pengusaha diminta segera membangun fasilitas peleburan bahan atau Smelter di Indonesia sebelum tahun 2014.

Soal tata tertib guna percepatan shelter, menurut Wamen ESDM, Prof. Widjajono Partowidagdo juga didasari akan tingginya lonjakan ekspor akan bahan mentah tambang. “Undang-Undang nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, mengatur soal ekspor dalam lima tahun setelah UU keluar, barang mentah tambang dilarang ekspor keluar. Sejak terbitnya UU itu, terjadi lonjakan eksploitasi hingga delapan kali dari sebelumnya. Guna membatasi ekspor yang mengurangi terjadinya ekploitasi, kami membuat tambahan pajak ekspor, ”katanya usai berbincang dengan BeritaHUKUM.com di ruang kerjanya, Selasa (17/4).

Adapun soal kehadiran tambahan pajak ekspor, Dirjen Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menjelaskan ide tersebut hadir melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Hanya saja Pemerintah belum memutuskan berapa besaran bea keluar yang akan ditetapkan, karena masih didiskusikan dengan seluruh pemangku kepentingan. Kementerian ESDM menargetkan sebelum 6 Mei aturan tersebut dapat diberlakukan. (bhc/pck/boy)


 
Berita Terkait Wamen ESDM
 
• Wamen ESDM Menghembuskan Napas Terakhir Saat di Evakuasi di Tandu
 
• Wamen ESDM Wafat di Gunung Tambora
 
• April dan Mei 2012, Kementrian ESDM Akan Terbitkan Dua Aturan
 
• Wamen ESDM Hadapi Wakil BEM Univ. Trisakti Soal Kenaikan BBM
 
• Wamen ESDM Bantah Produksi Minyak Hasilkan Laba Besar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]