Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Partai Demokrat
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk
2021-07-26 06:32:32

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengecam keras upaya fitnah dan penyebaran HOAX yang dilakukan oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi yang mengunggah postingan di Media Sosialnya.

Ia menilai tindakan yang dilakukan Saudara Budi Arie sangat tidak sesuai dengan amanah yang sedang diembannya, mengingat masih banyak urgensi tugas yang perlu diperhatikan Pemerintah terkait penanganan pandemic covid-19.

"Saya menyayangkan sikap saudara Wamen yang terlihat tidak bijaksana, keluar dari tupoksinya dan mencoba menggiring opini masyarakat dengan menyebarkan fitnah dan Hoax. Seyogyanya, saudara Wamen itu focus terhadap penanganan COVID-19 karena hal tersebut lebih sesuai tupoksi Saudara selaku pembantu Presiden.

Hingga hari ini saja, di desa-desa tertinggal masih banyak sekali masyarakat yang sulit mendapatkan akses vaksin. Apalagi bicara fasilitas kesehatan lainnya, kehabisan obat, ketidaktersediaan oksigen, terbatasnya kamar bagi pasien covid di RS, Itu lebih penting untuk menjadi perhatian dibandingkan posting yang aneh-aneh di media sosial. Di Desa itu masih lemah tracing pasien Covid nya, nah itu lebih penting untuk diurusi. Jadi saya pikir fokus saja lah memperbaiki sistem yang masih kacau ini. Rakyat lebih butuh perhatian Bapak dibandingkan bapak cari sensai tebar hoax sana-sini." Ucap politisi senior Partai Demokrat ini.

Dalam postingan yang diunggahnya, Wamendes Budi Arie Setiadi mencoba membangun opini dengan membagikan Karikatur "DE-MO-K-RA-T Pakai Tangan Adik-adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya," ditambah tagar BongkarBiangRusuh.Budi Arie Setiadi telah berusaha memfitnah Partai Demokrat sebagai biang rusuh dan menggunakan tangan adik-adik mahasiswa untuk kepentingan syahwat berkuasa yang mana hal tersebut tidak mendasar dan merupakan HOAX.

"Presiden Jokowi sudah mrmaparkan bahwa anggaran BLT Dana Desa sampai hari ini pencairannya baru 21,2 persen yang diterima warga jauh dari target seharusnya alias BURUK sekali. Inilah tugas utama sebagai Wamen bukan sebagai buzzerp. Anggaran itu sangat dibutuhkan oleh Rakyat dalam situasi COVID-19 tapi sangat lamban prosesnya dan tidak maksimal. Banyak Rakyat Desa yang meninggal menjadi korban pandemic, apa itu tidak menjadi Perhatian saudara Wamen? Coba lah lebih bersimpati kepada Rakyat dan jalankan tugas yg diperintahkan oleh Presiden dibandingkan hanya jadi Buzzerp " tutup Syarief Hasan.(MPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]