Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Produk Lokal
Anggota DPR Prihatin Kegagalan Indonesia dalam Afirmasi Bangga Buatan Indonesia
2022-03-30 15:28:58

Anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal dalam interupsinya di Sidang Paripurna DPR RI ke-18 Masa Sidang IV Tahun Persidangan 2021-2022 di Senayan, Jakarta, Selasa (29/3). (Foto: Geraldi/Man)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal prihatin dengan kegagalan bangsa Indonesia dalam melakukan afirmasi bangga buatan Indonesia, sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo saat aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) beberapa waktu lalu di Badung, Bali.

"Saya kira ini suatu ironi, oleh karenanya saya prihatin. Di saat Indonesia sudah merdeka menjelang 77 tahun, reformasi, tapi kita belum bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan mencintai dan menggunakan barang sendiri," ungkap Mustafa dalam interupsinya di Sidang Paripurna DPR RI ke-18 Masa Sidang IV Tahun Persidangan 2021-2022 di Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).

Ia menilai, kegagalan tersebut ialah kegagalan bersama sebagai sebuah bangsa. "Saya kira ini kegagalan kita semua, saya harap ada upaya sistematis untuk afirmatif action sampai tahun 2024. Sehingga pemerintah bisa menyelesaikan tugas-tugasnya pak Jokowi, Pak Ma'ruf Amin pada periode ini dengan baik," urainya.

Oleh karenanya, politisi fraksi PKS itu berharap agar afirmatif action itu tidak terkena fenomena No Action Talk Only (NATO) atau No Action Jengkel Only (NAJO). "Dengan kata lain, mudah-mudahan bangsa kita betul-betul menjadi bangsa yang beraksi atas apa yang dikatakan dan kemudian berbuat dengan sungguh-sungguhnya. Sehingga Kementerian kita semua sukses, dan DPR pun bisa mengawal dengan sebaik-baiknya," sebut Mustafa.

Sebagaimana diketahui baru-baru ini Presiden Joko Widodo dalam aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) menegaskan agar kementerian, lembaga, BUMN, hingga pemerintah daerah dapat mengurangi pengadaan barang secara impor dan mendorong penggunaan barang dalam negeri. Jelasnya, bila digunakan sebanyak 40 persen saja untuk produk dalam negeri itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.(ayu/aha/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Produk Lokal
 
• Peningkatan Kebanggaan terhadap Produk Lokal bagian Upaya Membangun Kemandirian Bangsa
 
• Anggota DPR Prihatin Kegagalan Indonesia dalam Afirmasi Bangga Buatan Indonesia
 
• Siti Rizky Amalia: Pemerintah Turut Mendukung agar Produk Lokal Selalu Memiliki Ruang Bersaing
 
• UU Pangan Prioritaskan Produk Lokal
 
• Carrefour Dukung Produk Lokal Pertanian dan Perikanan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]