Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Perindustrian
Anggaran Kemenperin 2014 Rp 2,622 Triliun
Tuesday 10 Sep 2013 10:31:54

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pagu anggaran Kementerian Perindustrian untuk tahun anggaran 2014 mencapai Rp 2.622.255.470.000. Besaran anggaran tersebut lebih kecil dari pagu anggaran tahun 2013 yang mencapai Rp 3,314 triliun.

Demikian mengemuka dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Senin (9/9). Rapat dipimpin Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto (F-PG) didampingi Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima (F-PDI Perjuangan). Rapat juga membahas alokasi anggaran untuk Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Untuk BSN sendiri, pagu anggaran tahun 2014 mencapai Rp 95,385 miliar. Alokasi anggaran BSN tersebut juga turun bila dibandingkan dengan alokasi anggaran pada 2013 sebesar Rp 98,544 miliar. Bahkan, dalam APBN-P tahun 2013 BSN mendapat anggaran Rp 98,547 miliar.

Dengan pagu anggaran Rp 2,622 triliun, Kementerian Perindustrian akan melaksanakan kegiatan prioritas nasional di bidang ketahanan pangan, iklim investasi dan usaha, dan bidang energi. Selain itu, ada pula prioritas nasional untuk daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik.

Sementara lembaga BSN dalam rapat tersebut telah menetapkan 4 arah kebijakan baru dalam rencana strategis (Renstra) BSN tahun 2010-2014. Renstra tersebut, yaitu meningkatkan kualitas SNI sesuai kebutuhan pasar, meningkatkan kapasitas dan kemampuan lembaga penilaian kesesuaian dalam penerapan SNI, meningkatkan budaya standar, dan memperkuat kelembagaan dan peran BSN.(mh/dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait Perindustrian
 
Menperin Resmikan Pabrik GIS PT ABB Sakti Industri
 
Anggaran Kemenperin 2014 Rp 2,622 Triliun
 
RUU Perindustrian Diharap Mewakili Semua Segmentasi
 
Menkeu Tunggu Kemenperin Ajukan Insentif Mobnas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]