Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembacokan
Andi Racun Bacok Polisi, Kaki Cacat Di "dor"
Wednesday 08 Aug 2012 22:16:16

Sidang Andi Racun terkait kasus pembacokan kaki polisi hingga cacat (Foto: Berita HUKUM.com/put)
MEDAN, Berita HUKUM - Pelajaran buat Suaidi alias Andi Racun, warga lorong Melati, Belawan, yang hanya bisa tertunduk lesu saat disidangkan atas dakwaan tuduhan melakukan pembacokan kepada seorang Polisi bernama Fernandes Manullang, yang bertugas di pos Polres Pelabuhan Belawan.

Akibat dari kejadian tersebut, Andi Racun duduk di kursi pesakitan dalam keadan bertongkat, karena betis kanan tulang kering adi racun di dor anggota Polres KP3 Belawan yang menagkapnya, Sidang pidana bertempat diruang Cakra VI Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/8).

Sidang yang dipimpin Suhartanto beragendakan mendengar keterangan saksi AKP Subrioto dan Brigadir Jhon Crist dari satuan Polisi Polresta Belawan. Dalam keterangannya, pada peristiwa yang berlangsung pada 15 Pebruari 2012 di lorong Melati, Belawan.

Menurut perwira pertama ini,"berawal dari pertikaian antara dua kubu pemuda, tiba-tiba Andi Racun dan kawan-kawannya langsung menyerang pos polisi dan membacok korban Fernandes dengan parang panjang, setelah itu aku langsung mencabut pistol dan menembakan ke atas sambil berteriak Allahhuakbar," tuturnya .

Akibatnya, lanjut AKP Subrioto, "Korban langsung tersungkur, Karena kulihat anggota saya sudah diserang, tangan kanannya sudah terkoyak dan kepalanya mengeluarkan darah, saya langsung ambil kebijakan melepaskan tembakan keatas, tetapi sebelum saya melepaskan tembakan, saya sudah peringatkan terdakwa untuk membuang parang yang di hunusnya," pungkas Kepala Pos Polresta Belawan Pelabuhan.

Namun saat Majelis Hakim menanyakan kepada kedua saksi, apakah mereka melihat langsung saat terdakwa melakukan pembacokan tersebut, dalam kesaksiannya Jhon Crist mengatakan, "pas kejadian itu, semua massa bawa parang pak, tapi kalau terdakwa yang melakukan pembacokan, saya tidak lihat, karena keadaan sangat gelap pak hakim," ujarnya .

Usai mendengar keterangan kedua saksi, Majelis Hakim pun bertanya pada terdakwa. Apakah keterangan kedua saksi itu benar?, Lalu terdakwa yang ada dalam persidangan yang tanpa didampingi kuasa hukumnya, hanya pasrah dan mengatakan, " memang benar pak, semua yang di katakan mereka itu," (sambil menahan sakit). Namun saat ditanya soal luka di kakinya, terdakwa mengakui bahwa kakinya ditembak petugas.

"Saya tidak tahu siapa yang nembak kaki saya, saat itu saya dibawa dengan kondisi mata tertutup. Lalu kaki saya ditembak dari belakang," ucap Andi.

Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Boy SH, mendakwa terdakwa dengan pasal Pasal 170 jo Pasal 55 ke1 ayat 1 KUHP pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(bhc/put)


 
Berita Terkait Pembacokan
 
• Gara-gara Cekcok, Anak Tega Bacok Sang Ayah dengan Clurit
 
• Polisi Berhasil Tangkap 4 dari 5 Pelaku Penganiaya Ahli IT ITB Hermansyah, 1 DPO
 
• Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan Hermansyah dari CCTV Jasa Marga
 
• GNPF MUI Bantah Simpulkan Kasus Pembacokan Hermansyah
 
• Pembacok Briptu Joni Burnawin Ditembak Unit V Resmob Polda Metro
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]