Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 

Anas: Rakornas PD Berujung KLB
Friday 15 Jul 2011 15:21:

JAKARTA-Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum memastikan rapat koordinasi nasional (rakornas) yang akan berlangsung 23-34 Juni mendatang, berujung pada KLB. Namun, bukan kongres luar biasa yang dimaksudkannya, melainkan kompak luar biasa. "Ada, ada (kemungkinan) KLB. Tapi KLB, ya Kompak Luar Biasa," selorohnya sambil tersenyum kepada wartawan, usai membuka acara Tunas Garuda Partai Demokrat di Lapangan B, Senayan, Jakarta, Jumat(15/7).

Anas menjelaskan, persiapan rakornas sudah pada tahap finalisasi. Segala macam persiapan materi dan teknis sudah memasuki tahapan penyelesaian. Agenda rakornas yang akan dibahas adalah dua masalah pokok. Pertama, forum untuk melakukan konsolidasi politik partai secara nasional. Sedangkan yang kedua, lanjut Anas Rakornas akan dijadikan momentum untuk melakukan koreksi perbaikan dan penyempurnaan agar seluruh kader partai makin disiplin, makin tertib, dan makin memegang teguh asas dan etika partai.

Namun, Anas sempat berkelit saat ditanya mengenai tujuan konsolidasi partai itu untuk menyelesaikan kasus Nazaruddin, termasuk memberi sanksi dan hukuman. “Bukan itu maksud konsolidasi dan juga tak ada hubungannya dengan (Nazaruddin) itu. Konsolidasi partaitidak pernah berhenti dan berjalan terus, tetapi selalu ada etape di mana konsolidasi itu dievaluasi dan dilihat kembali sehingga ke depan tahapannya makin berkualitas," ungkap mantan Ketua Umum HMI ini.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Jafar Hafsah mengatakan, penyelenggaraan rakornas akan diikuti 5.000 peserta. Semua elemen partai dijadwalkan akan hadir dalam acara yang berlangsung di Sentul, Jawa Barat. "Rakornas biasanya Rapimnas, fraksi silaturahmi nasional. Karena disatukan, ada effort besar," jelasnya.

Lebih jauh Jafar menjelaskan, dalam rakornas nanti difokuskan kepada konsolidasi partai, penerapan AD/ART serta evaluasi kinerja dan masalah-masalah krusial dalam partai, termasuk pemberian sanksi tegas terhadap kader partai yang melanggar etika. "Eksternalnya, bagaimana jalannya ekonomi nasional dan persoalan hukum," jelasnya.(nas)



 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]