Chapman" /> BeritaHUKUM.com - Anak-anak Belum Mampu Pahami Seni

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Anak
Anak-anak Belum Mampu Pahami Seni
Saturday 09 Aug 2014 05:18:35

Jake Chapman mengatakan Jake Chapman mengatakan 'anak-anak belum menjadi manusia'.(Foto: twitter)
INGGRIS, Berita HUKUM - Seniman Inggris Jake Chapman mengatakan membawa anak ke galeri seni adalah "hanya membuang-buang waktu saja". Dia mengatakan kepada media The Independent orang tua "sombong" karena memandang anak mereka dapat memahami seniman seperti Mark Rothko dan Jackson Pollock.

Chapman menambahkan "anak-anak belum menjadi manusia".

Dia dan saudara laki-lakinya Dinos dicalonkan mendapatkan Penghargaan seni Turner di tahun 2003.
Mereka terkenal karena karya tiga dimensinya yang eksplisit dan seringkali kontroversial.

Tetapi Chapman tidak khawatir jika anak-anak melihat karya seni untuk orang dewasa.

Jake malah mengatakan membandingkan "kesederhanaan" karya Matisse dengan lukisan anak-anak adalah suatu "kebodohan".

"Tidak ada hubungannya ... siapa pun yang mengatakan ada hubungannya, lebih buruk daripada orang bodoh."

Saat mengacu kepada pernyataan Pablo Picasso bahwa dia memerlukan "empat tahun untuk melukis seperti Raphael, tetapi perlu seumur hidup agar dapat melukis seperti anak-anak", Chapman menambahkan, "Ini sama dengan mengatakan seorang anak-anak dapat memahami lukisan Kubisme karena lukisan Kubisme mirip anak-anak ... ini tidak ada hubungannya."

Pandangan Jake Chapman ini dipertanyakan oleh tokoh-tokoh seni lainnya di dunia.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Anak
 
• Anak dengan Obesitas Rentan Alami Komplikasi
 
• Bocah Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Tangsel Siap Diasuh Kapolda Metro Irjen Fadil Imran
 
• Program Anak Asuh OAP Polda Jateng Diapresiasi Tokoh Masyarakat Papua
 
• Berhasil Ungkap Praktik Aborsi, Komnas Perlindungan Anak Beri Penghargaan kepada Jajaran Ditreskrimsus PMJ
 
• Polisi Tangkap 6 Pelaku Kasus Ekploitasi dan Perdagangan Anak Dibawah Umur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]