Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Remisi
Amir Syamsuddin: Itu Saya yang Mengusulkan Remisi
Tuesday 16 Oct 2012 15:50:39

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin (Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait dikeluarkanya Keputusan Presiden No 24 / 2012 tertanggal 13 Agustus 2012, yang mengubah status tahanan dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara, terhadap tiga narapidana pelaku teror Bom Bursa Efek Jakarta pada pertengahan September 2000 lalu, yaitu Teungku Ismahudi, Irwan bin Ilyas, dan Ibrahim Hasan yang telah menjalani hukuman selama 12 tahun di penjara Cipinang.

Inilah tanggapan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, ketika ditanyai pewarta BeritaHUKUM.com di kantor Menteri Kooordinator Politik Hukum dan Keamanan, seusai mengelar jumpa Pers terkait Remisi tersangka narkoba, pada Senin (16/10).

Amir Syamsuddin mengatakan, "itu saya yang mengusulkan, kalau itu bentuknya remisi dari seumur hidup menjadi 20 tahun, kita melihat dalam suasana rekonsiliasi dengan masyarakat Aceh. Saya kira sudah ada suasana kondusif yang harus kita lakukan, untuk bisa menghapus luka-luka lama, dan agar kita bisa membuka lembaran baru," ujarnya singkat.

Saat ini kedua terpidana yang divonis seumur hidup itu, telah dikembalikan ke kampung halamannya di Aceh. Ismuhadi Cs telah menjalani masa tahanan selama 12 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Sejak bulan lalu, mereka telah dipindahkan ke LP Banda Aceh di Lambaro.

Sebelumnya Kepala Kanwil Hukum dan HAM Aceh Yatiman Eddie mengungkapkan, setelah mendapat remisi, Ismuhadi Cs akan menjalani asimilasi, sejak Kamis (20/9). Setelah mendapat pengurangan masa tahanan, Teuku Ismuhadi Jafar, Irwan bin Ilyas, dan Ibrahim Hasan akan menjalani masa asimilasi. Mereka selanjutnya akan dipekerjakan di Kantor Gubernur Aceh.

Tiga narapidana Bom BEJ ini telah mendapat Remisi, menurut MenkumHam, melalui Keputusan Presiden No 24 / 2012 tertanggal 13 Agustus 2012, yang mengubah status tahanan dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. “Dengan demikian, Ismuhadi dan kawan-kawan sudah dapat dipekerjakan sebagai syarat asimilasi”, kata Yatiman saat menyerahkan Ismuhadi cs kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Gubernuran Aceh, Jumat (21/9). “Boleh dipekerjakan di kantor pemerintah atau swasta.” Ujarnya.

Diperkirakan proses pembebasan bersyarat pada Agustus 2013 jika dihitung remisi lanjutan. Sebaliknya, bila tidak termasuk remisi lanjutan, maka Ismuhadi Cs akan diusukan bebas bersyarat pada September 2013”, ujar Yatiman.

Pada saat penyerahan Ismuhadi Cs tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengaku "bersyukur, dan apresiatif dengan kemajuan proses tahanan yang dialami Ismuhadi. Zaini mengaku proses pembebasan mereka adalah perjuangan berat dan dengan proses berliku-liku", kata Gubernur Aceh yang baru ini.

Peristiwa ini bermula dari teror Bom Bursa Efek Jakarta, pada pertengahan September 2000 silam, dimana dalam insiden Bom mobil dengan bahan baku diantaranya, TNT yang terungkap di persidangan, Ia menghancurkan, serta melumpuhkan kegiatan di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (13/9/2000) silam.

Insiden maut BEJ melibatkan kelompok Tengku Ismuhadi Cs asal Aceh, peristiwa itu menelan 10 korban tewas, di tambah korban luka 102 orang, serta merusakkan 72 mobil. Pada saat persidangan, Pelaku Ismuhadi Cs terancam hukuman mati, dan dijerat dengan pasal 1 ayat 1 dan 3 UU No 12 / Drt / 19511 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, Namun akhirnya Hakim hanya memvonis mereka dengan seumur Hidup penjara.

Akhirnya, saat ini ketiga narapidana bom BEJ itu bisa bernafas lega, setelah mendapat pengurangan masa tahanan melalui Keputusan Presiden No 24 / 2012 tertanggal 13 Agustus 2012, yang mengubah status tahanan dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.(bhc/put)


 
Berita Terkait Remisi
 
175.510 Narapidana Terima Remisi Umum HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, 2.606 Langsung Bebas
 
Ratusan Koruptor Diganjar Remisi oleh Kemenkumham pada HUT RI ke-76
 
Lebaran 2021, 1.067 Napi Lapas Klas I Cipinang Dapat Remisi Khusus
 
12.629 Narapidana Nasrani Terima Remisi Khusus Momen Natal dan 166 Bebas
 
Ada 80 Koruptor Dihadiahi Remisi Natal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]