"Kalau selama hidup cuma jadi orang pinggiran (orang yang mengalah) maka di akhirat bisa begitu" /> BeritaHUKUM.com - Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Amien Rais
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
2019-07-20 15:53:37

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.(Foto: Istimewa)
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengingatkan agar seluruh umat muslim Indonesia tidak memiliki pemikiran "muslim boleh kalah di dunia namun pasti akan menang di akhirat".

"Kalau selama hidup cuma jadi orang pinggiran (orang yang mengalah) maka di akhirat bisa begitu juga. Makanya kita harus rebut dunia kita. Mukmim yang sehat lebih baik dari yang lemah," kata Amien saat acara Muhasabah dan Munajat untuk Negeri, di Gedung Dewan Dakwah, Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Amien juga mengingatkan bahaya seorang muslim untuk berteman dengan orang munafik. Menurutnya, orang munafik antara omongan serta tindakan sangat berbeda. Amien menyindir pimpinan lembaga negara yang menangai permasalahan pilpres.

"Misalnya bilang kami hanya takut pada Allah, sidang kami disaksikan Allah dan rakyat, ternyata begitu (hasilnya)," kata Amien.

Tidak hanya itu, mentan ketua MPR ini menambahkan, di barisan pendukung Prabowo-Sandi juga banyak orang munafik yang seharusnya berjalan ke arah barat Mekah dan Madinah justru memilih jalan ke utara atau ke Tiongkok.(rt/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Amien Rais
 
• Amien Rais Minta Menko Marves Luhut Segera Mundur
 
• Prabowo Jadi Menhan, Amien Rais Menahan Diri untuk Kritik Kabinet Jokowi
 
• Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
 
• Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?
 
• Amien Rais Bersyukur Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo Dihadiri Puluhan Ribu Massa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]