Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Libya
Amerika Serikat Diam-diam Tawarkan Hadiah
Saturday 16 Nov 2013 21:13:36

Serangan di Konsulat AS menewaskan Duta Besar Chris Stevens.(Foto: Ist)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Secara diam-diam Amerika Serikat menawarkan hadiah $10 juta sejak Januari lalu untuk informasi mengenai serangan terhadap konsulatnya di Benghazi, Libia.

Departemen Luar Negeri mengukuhkan adanya hadiah setara Rp116 miliar dalam surat kepada anggota Senat dari partai Republik yang menanyakan hal tersebut.

Hadiah, kata Departemen Luar Negeri, tidak dipublikasikan di situs Rewards of Justice (RFJ) milik Deplu AS karena alasan keamanan.

"Atas alasan keamanan dan sensitivitas penyelidikan, penawaran hadiah khusus ini tidak diiklankan secara terbuka di situs RFJ," kata Departemen Luar Negeri.

Hadiah ditawarkan kepada siapa saja yang mempunyai informasi mengenai pihak-pihak atau perorangan yang terlibat dalam serangan. Empat warga Amerika Serikat, termasuk Duta Besar Christopher Stevens, tewas dalam serangan pada 11 September 2012.

Serangan tersebut semula dikatakan dipicu oleh protes-protes anti-Amerika menyusul munculnya film yang dianggap menghina Islam yang dibuat di Amerika Serikat.

Namun kemudian terungkap bahwa serangan dirancang dan direncanakan oleh pasukan milisi.
Amerika telah mendakwa pemimpin milisi warga Libia, Ahmed Abu Khattala, Agustus lalu dan sejumlah orang yang diduga melakukan serangan juga telah dikenai dakwaan.

Departemen Luar Negeri AS belum mengumumkan apakah telah memberikan hadiah atas informasi yang mengarah ke penangkapan para tersangka.(BBC/bhc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Libya
Aliansi Milisi Ambil Alih Bandara Tripol
Bentrok di Benghazi, Libia, 38 Tewas
Konflik Serius Terjadi di Parlemen Libia
PM Libia Turun Karena Serangan Milisi
Amerika Serikat Diam-diam Tawarkan Hadiah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Akan Tuntut Balik Polda Jateng dan PT Katama Surya Bumi
Sambangi Komnas HAM, LKBHMI Minta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei di Ungkap
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI terkait UKW
Pukul Hakim di Persidangan, Tomy Winata Himbau DA Agar Patuh dan Taat Hukum
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]