Namun ia menekankan, "pasukan Amerika tidak akan kembali bertempur" /> BeritaHUKUM.com - Amerika 'Siap Menyerang' Militan Irak

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Irak
Amerika 'Siap Menyerang' Militan Irak
Friday 20 Jun 2014 09:18:01

Obama mengatakan aksi militer akan dilakukan bila situasi di lapangan memerlukannya.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat siap untuk melakukan aksi militer terhadap kelompok militan di Irak. Obama mengatakan aksi itu akan dilakukan, "bila situasi di lapangan memerlukannya".

Namun ia menekankan, "pasukan Amerika tidak akan kembali bertempur di Irak."

Ia mengatakan sekitar 300 penasehat militer akan dikirim untuk membantu pemerintah Irak.

Tetapi Obama menekankan tidak "ada solusi militer" dalam krisis ini dan yang diperlukan adalah solusi politik.

Pemerintah Irak telah meminta Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara terhadap militan yang dipimpin oleh kelompok negara Islam di Irak dan Levant (ISIS) yang menguasai sejumlah tempat dalam 10 hari terakhir.

Selain mengirim penasehat militer, Obama mengatakan Amerika Serikat akan meningkatkan upaya intelijen dan mendirikan "pusat operasi bersama di Baghdad dan di Irak utara, untuk berbagi intelijen dan merencanakan koordinasi".

Ribuan warga Syiah dari Irak selatan secara sukarela membantu tentara Irak.

Milisi Syiah telah dikerahkan untuk membantu pertahanan ibu kota Propinsi Diyala yang secara efektif menjadi garis depan dan di dekat kota Samarra, lokasi tempat suci Syiah.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Irak
 
• PBB Menyerukan Diakhirinya Kekerasan di Irak yang Menewaskan Hampir 100 Orang
 
• Bom Tewaskan 165 Orang Lebih, Irak Umumkan Hari Berkabung Nasional
 
• Pengungsi di Irak Mencapai 3 Juta Orang
 
• Seribu Rudal Antitank AS Dikirim ke Irak
 
• AS Kirim 1.500 Tentara Tambahan ke Irak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]