Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi
2019-01-25 21:28:29

Ketum APTSI Alfian Usman dan Sekjen APTSI Machrup Elrick bersama para alumni dari berbagai Perguruan Tinggi dalam konferensi pers di Jakarta.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi).

Deklarasi nasional yang akan dilaksanakan pada Sabtu 26 Januari 2019 akan dihadiri sekitar 3.000 alumni dari 110 perguruan tinggi di Indonesia. Turut hadir capres Prabowo Subianto, dan tokoh-tokoh politik maupun negarawan diantaranya, Amin Rais, Rocky Gerung, Agus Harimurti Yudhoyono, Ichsanuddin Noorsy, Adhyaksa Dault, dan lainnya.

"Kami melakukan deklarasi ini didahului dengan gagasan-gagasan besar dari teman-teman kita terutama para alumni. Setelah kita melihat geliat dari para alumni universitas baik negeri maupun swasta di Indonesia, seperti dari UI, UGM, UNAS, UNHAS, dan hampir puluhan perguruan tinggi ingin melaksanakan deklarasi dalam rangka mengamati keprihatinan rakyat Indonesia," urai Sekjen APTSI Machrup Elrick mengawali konferensi pers, di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan H.O.S Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Kamis (24/1)

"Para alumni memotret apa yang terjadi sekarang ini sehingga para alumni melakukan inisiasi, misal dalam hal melakukan gerakan dalam arti gerakan moral dan berkumpul melakukan deklarasi, dengan judul perubahan," ungkap Elrick.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum APTSI, Alfian Usman mengemukakan sejumlah poin dan alasan untuk melakukan deklarasi dukungan kepada paslon nomor urut 02 tersebut.

Menurut Alfian, deklarasi dukungan adalah menyikapi kondisi berbangsa dan bernegara saat ini yang mana masih jauh dari cita-cita bangsa dan negara Republik Indonesia sejak didirikan pada tahun 1945, yang masih perlu diperbaiki kedepan, seperti ekonomi, lapangan tenaga kerja, ketahanan energi nasional dan lainnya.

"Itu semua telah menggugah kami, bahwa kondisi itulah yang membuat kami ribuan alumni perguruan tinggi Indonesia mendeklarasikan dukungan yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII 26 Januari," kata Alfian

Berikut beberapa poin deklarasi dukungan:

1. Mendesak dilakukanya upaya perbaikan kondisi berbangsa dan bernegara kearah yang lebih baik.

2. Mendorong upaya penegakan hukum yang tidak dikriminatif dan menciptakan kerukunan umat beragama yang lebih baik. 3. Membangun ekonomi kerakyatan serta ketahanan pangan energi, sumber daya alam lainnya, meningkatkan kualitas SDM serta terlaksana komunikasi yang bebas korupsi, efesien dan efektif.

4. Mendorong lahirnya kepemimpinan yang kuat dan mampu menyatukan bangsa yang beragam dari Sabang sampai Merauke serta dapat membawa nama baik bangsa dan negara dalam kancah Internasional.

5. Mendukung terjadinya perubahan kepemimpinan nasional secara kontitusi.

6. Mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Ketum APTSI juga mengajak seluruh komponen anak bangsa yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk berjalan bersama mendukung kepemimpinan Prabowo-Sandi 2019-2024

"Ini semua untuk menciptakan negara republik Indonesia yang kuat, adil dan makmur," tutupnya.(bh/amp)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]