Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Alumni BEM SI: Selain Jokowi dan Prabowo Harusnya ada Regenerasi!
2018-07-31 23:16:06

JAKARTA, Berita HUKUM - Alumni BEM Se-Indonesia merasa prihatin situasi politik jelang Pilpres 2019 saat ini, karena regenerasi bangsa mengalami stagnasi. Hal tersebut disampaikan Mirza Rangkuti, Juru Bicara Sekretariat Bersama Kebangsaan Alumni BEM Se-Indonesia.

Hasil diskusi terbatas di sosial media dengan para alumni BEM seluruh nusantara menunjukan para aktivis kecewa karena regenerasi perpolitikan Indonesia mengulang 5 tahun yang lalu.

"Seakan tidak ada regenerasi bangsa, karena kandidat presiden hanya mengerucut pada nama Jokowi dan Probowo," ungkapnya di Jakarta, Selasa (31/7).

Mirza mengatakan kekecewaan tersebut, sebab perpolitikan Indonesia dikuasai elit tua yang memikirkan ketersediaan logistik sendiri dibandingkan kondisi ekonomi rakyat yang semakin sulit.

Aktivis alumni BEM berpandangan kinerja Jokowi selama 5 tahun terakhir sudah bekerja, namun belum mampu mensejahterakan rakyat.

Ketersediaan infrastruktur sedang dibangun jokowi seperti jalan layang dan infrastruktur pariwisata diperuntukan hanya untuk kalangan pemilik kendaraan dan yang mampu melakukan pelancongan saja. "Indonesia dibangun tapi mayoritas rakyat masih termarjinalkan," ungkapnya.

Kebanyakan rakyat di desa tidak punya duit untuk melakukan pelancongan dan tidak memiliki kendaraan. "Mereka butuh ketersediaan pangan murah dan kemampuan daya beli membeli sembako, sedangkan saat ini kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Sedangkan Prabowo dalam beroposisi lima tahun terakhir tidak memberikan peran oposisi sebagaimana mestinya.

Mirza menambahkan bahwa aktivis melihat Indonesia masa depan tidak berada di sisi Jokowi dan Prabowo lagi. Aktivis alumni BEM menilai Indonesia perlu anak bangsa yang lain yang lebih muda, lebih bersemangat dan lebih mempuni daripada keduanya Jokowi dan Prabowo.

"Saya pikir Indonesia memiliki 260 juta penduduk yang didalamnya tidak hanya Jokowi saja tapi banyak lainnya namun logika elit saat ini tidak berpihak pada rakyat melainkan pada kekuasaan dan logistiknya saja," kata Mirza menyatakan singkat.

Elit politik Indonesia diisi kaum tua yang tidak memahami mimpi, cita-cita dan keinginan bangsa Indonesia saat ini. Dunia sudah berubah, teknologi dan sosial media telah banyak mengubah dunia saat ini namun elit politik Indonesia tidak berubah.

"Ini harus kita lawan dan sekber alumni BEM Kami ingin pemilu 2019 Indonesia memiliki memimpin baru selain Jokowi dan Prabowo sebaiknya jadi guru bangsa atau 'king maker'," ujarnya.

Sekber Alumni BEM se-Indonesia adalah kesekretariatan bersama para alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia yang didalamnya terdapat ketua BEM dan aktivis yang terdiri dari Alumni BEM Universitas Indonesia, UNJ, BSI, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, ITB, UNDIP, UNPAD, UGM, IPB, UNHAS, UNIRAM, UNILA, UNSOED, UNAIR , Unsyiah Aceh dan Udayana.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]