Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Aliansi Mahasiswa dan KPAID Aceh Bantu Penderita Tumor dan Anus
Monday 02 Dec 2013 23:53:39

Ketua KPAID Aceh Didampingi Koordinator kegiatan Putra Rizki Pratama Saat Menyerahkan Bantuan Kepada Putri wahyuni Penderita Opersi Anus.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Aliansi Mahasiswa (AM), dan Organisasi Kepemudaan (OKP), bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, Senin (2/12) menyerahkan bantuan kepada Penderita Tumor Mata Najianda Darka (4 Tahun), warga Gampoeng (Desa) Geulumbuk dusun Makmur, kecamatan Kluet selatan, kabupaten Aceh Selatan. Najianda Darka harus berhenti sekolah di taman kanak-kanak (TK), akibat matanya digerogoti oleh Tumor ganas.

"Kariaman, orang tua Korban tergolong keluarga kurang mampu, yang berprofesi sebagai pengeruk pasir dengan penghasilan Rp.200 ribu perminggu, harus mencari biaya yang begitu besar untuk menyembuhkan sibuah hati dari penyakit tumor mata.

Pada tanggal 19 November 2013 yang lalu, Najianda Darka sudah di operasi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, namun perjuangannya belum selesai, Dokter menyarankan untuk pengecekan terhadap darah Darka, untuk di Kemo Traphy agar memastikan tidak ada lagi sel virus yang tertinggal.

"Mahasiswa Aceh dan Aceh besar dan SOPPA Lhokseumawe, didampingi ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Aceh, Anwar melakukan kunjungan dan menyerahkan bantuan kepada ayahanda Najianda Darka, di Rumah Sakit Umun (RSU) Dr.Zainal Abidin Banda Aceh.

"Aliansi Mahasiswa juga turut menyerahkan bantuan kepada Putri wahyuni (17 bulan), warga Gampoeng (Desa) Paya Kareung kecamatan Ganda Pura kabupaten Bireun, Putri harus menjalani Operasi karena tidak memiliki Anus, kedua Penderita tersebut saat ini masih membutuhkan uluran tangan kita semua," ujar Ketua KPAID-Aceh Tgk. Anwar dan Koordinator kegiatan Putra Rizki Pratama.

Bantuan ini merupakan hasil dari kerja keras Mahasiswa dan OKP Banda Aceh, Aceh Besar dan SOPPA Lhokseumawe yang sadar akan nilai-nilai kepedulian terhadap generasi bangsa, serta miris melihat kondisi pemerintah aceh hari ini yang kurang kesadaran, dalam memperhatikan nasib rakyat nya sendiri," Ujar Anwar.

"Lewat Gerakan ini dan bekerja sama dengan KPAID-Aceh, kami Mahasiswa dan Pemuda Aceh akan mendedikasikan diri membantu dan meringankan beban anak-anak bangsa. Kami juga akan mengawal dan menuntut Pemerintah untuk memperhatikan Hak Anak Anak Aceh, yang hari ini banyak terzolimi karena kesibukan pemerintah secara adminitratif, sehingga lupa kepada hak yang subtansial dalam memperhatikan generasi bangsa," pungkas Putra Rizki Pratama.

Pendidikan dan kesehatan merupakan bukti kepedulian mahasiswa dan pemuda Aceh dalam memberikan kontribusi bagi sesama, bukan hanya harus dan mesti dalam satu kelompok," pungkas Anwar.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]