Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Energi Alternatif
Ada 9 Pembangkit Senilai Rp20,6 Triliun Segera Teken Jual Beli Listrik ke PLN
2017-11-03 21:02:58

Ilustrasi. Solar panel.(Foto: BH /sya)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah menyatakan sembilan perusahaan energi baru terbarukan akan menandatangani penjualan listrik atau power purchase agreement/PPA dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam waktu dekat ini.

Sembilan pembangkit tersebut akan menghasilkan daya listrik sebesar 640,65 megawatt dan total nilai investasi Rp20,6 triliun.

Sembilan perusahaan tersebut antara lain PT Prima Ariya Energy yang akan membangun Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM) Cibanteng di Jawa Barat dengan kapasitas 4,3 megawatt (MW) dengan nilai investasi Rp71,4 miliar dan harga jual listrik kepada PLN US$6,51 cent per kWh.

Masih di provinsi yang sama dan harga jual listrik yang sama, PT Zhong Myn Hydro Indonesia akan membangun PLTM Cikaso 3 di Jawa Barat, dengan kapasitas 9,9 MW dengan nilai investasi Rp182,2 miliar.

Kemudian dua perusahaan akan membangun PLTM di Jawa Tengah dengan harga jual listrik USS$6,52 cent per kWh yaitu PT Maji Biru Pusaka akan membangun PLTM Tanjungtirta dengan kapasitas 8 MW dan nilai investasi Rp201 miliar dan Koperasi Koperca akan membangun PLTM Kincang 1 dengan kapasitas 0,35 MW dengan nilai investasi Rp9,14 miliar.

Di wilayah Sumatra, ada dua pembangkit yaitu PT Semarak Kita Bersama PLTM Bakal Semarak di Sumatera Utara berkapasitas 5 MW dengan nilai investasi Rp125,6 miliar dengan nilai jual listrik US$7,89 per kWh.

Sedangkan PT Supreme Energy RD akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap berkapasitas 86 MW dengan nilai investasi Rp8,2 triliun dengan harga jual listrik 11,76 cent per kWh.

Di Sulawesi, PT Bone Bolango Energy akan membangun PLTM Bone Bolango di Gorontalo berkapasitas 9,9 MW dengan nilai investasi Rp416,4 miliar dan harga jualUS$10,52 cent per kWh. PT Poso Energy akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker di Sulawesi Tengah dengan nilai investasi Rp11,20 miliar dan harga jual listrik US$8,4 cent per kWh.

Di Nusa Tenggara Barat PT Sumber Daya Investasi akan membangun PLTM Koko Babak di Lombk dengan kapasitas 2,3 MW dengan nilai investasi Rp86,7 miliar dan harga jual listrik 10,40 MW.

Direktur Pengadaaan Strategis PLN Nicke Widyawati megatakan, PLN dan independent power producer tersebut kan segera melakukan acara seremonial untuk mendantangani PPA.

"Hanya tinggal tanda tangan saja. Setelah itu, IPP akan melakukan financial close untuk mencari pendanaan dan memulai konstruksi pada tahun depan," katanya saat menggelar konferensi pers di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (2/11).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservas Energi Kementerian ESDMRida Mulyana mengatakan, hal ini membuktikan bahwa porsi pengembangan energi baru terbarukan dalam pemangunan mega proyek 35.000 MW terus bertambah, meski dengan harga jual listrik yang kompetitif.

"Pemerintah sangat terbuka dengan pihak swasta dalam mengembangkan energi terbarukan," katanya.

Rida mengatakan, sinergitas dengan pihak swasta merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan mega proyek 35.000 MW dimana porsi IPP sebesar 25.000 MW. Hal ini juga untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan menjadi 23%.

Dari data PLN mengenaiprogres pembangkit listrik 35.000 MW, hingga September 2017 sebanyak 29.746 MW pembangkit listrik telah menandatngani PPA. Capaian ini belum termasuk pembangkit-pembangkit di atas. Sebanyak 15.126 mw telah masuk dalam tahap konstruksi dan 948 MW telah beroperasi.(gap/bisnis/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Energi Alternatif
Aturan Energi Bersih Mesti Adil
Ada 9 Pembangkit Senilai Rp20,6 Triliun Segera Teken Jual Beli Listrik ke PLN
Wakil Ketua DPR: Perlu Kepastian Regulasi Energi Baru Terbarukan (EBT)
DPR Dorong UU Energi Baru Terbarukan (EBT)
Agus Hermanto Dorong Pemanfaatan Energi Panas Bumi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan
BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
Kebijakan Bebas Visa Tidak Datangkan Wisatawan Secara Signifikan
Aparat Hukum Diminta Selidiki Dugaan Money Laundering
Polda Metro Jaya dan APPI Menggelar Sarasehan dan Dialog UU No 42/1999 Jaminan Fidusia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]