Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Aceh
Acehnes Australia Association Ajak Revolusi Rakyat
Tuesday 19 Nov 2013 14:15:23

Ilustrasi, Tokoh GAM di luar negeri mantan Menteri Pendidikan & Penerangan GAM, Dr Husaini Hasan kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (28/9) lalu. kepulangannya pertama ke Aceh pasca-MoU Helsinki. Didampingi tokoh penggagas kepulangan, Sufaini Syekhi (baju putih) dari Komite AAA.(Foto: serambi/budi
ACEH, Berita HUKUM - Acehnes Australia Association (AAA) mengajak rakyat aceh untuk mendukung dan mengikuti revolusi, yang di gerakkan AAA bersama mantan kombatan GAM pada, Kamis (28/11)mendatang, Hal ini di sampaikan Tgk. Syekhy pada awak media ini melalui pesan BlackBerrynya.

Menurut Tgk. Syekhy kita tunjukan jati diri rakyat Aceh, pada Pemerintah Aceh sebagai perpanjang tangan Indonesia bahwa, semua rakyat akan segera turun ke jalan untuk melakukan aksi penolakan terhadap Malek Mahmud sebagai Wali Nanggroe, dan penolakan bendera Bulan Bintang, dijadikan sebagai bendera provinsi, serta menuntut janji janji dimasa kompanye Pilkada.

Kami Acehnes Australia Association (AAA) dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang Ada di Aceh saat ini, atas nama perjuangan dan Rakyat Aceh menolak tegas Dinasti kekuasaan, dan meminta Pemerintah Aceh sebagai perpanjang tangan Republik Indonesia (RI), untuk mendata semua para korban perang (konlik), serta menyatuni para janda dan anak yatim korban prang," tegas Tgk Syekhy.

Kami himbau, "kepada masyarakat Aceh untuk turun ke jalan bersama sama, mari kita tunjukan bahwa Aceh milik Rakyat, bukan milik Malek Mahmud cs. Utk menghilangkan kezaliman di Aceh, solusi nya, “REVOLUSI RAKYAT“ ," ujar Tgk. Syekhy dalam bahasa Aceh.

"Kamoe ateuh nan mantan GAM/AAA, menghimbau 'jak saban sare beu ta pike saban saban, meu saboh droe ue mandum aneuk bangsa, treun ue jalan sigra ganyang kekuatan Zalem Malek Mahmud cs, kirem himbauan nyoe keu ban mandum aneuk bangsa, demi perobahan aceh, menuju aceh makmur, adil dan sejahtra".

Atas nama rakyat, demi rakyat, mari kita semua bergabung untuk sukseskan Mogok Massal tanpa kecuali (PNS, swasta, Mahasiswa, mantan TNA, Ulama, dan masyarakat secara umum) pada hari Kamis 28 November mendatang, demi menyelamatkan Aceh dari tangan kelompok mafia, 8 Tahun lebih sudah perdamaian antara RI degan GAM, namun perdamaian tersebut belum di rasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya aspek ekonomi semakin hancur, rakyat semakin menderita, yang damai hanya kelompok malek cs jelas Ketua AAA dan mantan kombatan GAM ini.

Lebih 32 tahun perang Aceh berkecamuk, menyisakan anak yatim dan janda, serta hancur semua sektor kehidupan rakyat, yang ambil ke untungan dari perang tersebut yaitu Malek Mahmud cs, hal ini sangat menyakitkan. Dulu kita di suruh benci dan haram hormat bendera Merah Putih, justru sekarang mareka yang secara terang benderang telah menghormatinya, dulu mareka bilang orang yang jadikan pegawai RI pengkhinat, halal darah, sekarang yang telah resmi bagian dari pejabat RI mareka, justru kita di bilang pengkhinat. Orang loncat pagar ini tentu sangat menyakitakan, 5 tahun pertama tentu sangat besar harapan rakyat di bawah pimpinan Gubernur Irwandi Yusuf, Aceh menjadi contoh bagi provinsi lain saat itu, dibidang kehidupan demokrasi.

"Irwandi telah banyak melakukan perobahan dengan program prorakyat, pengobatan gratis (JKA) program pendidikan gratis dan megirimkan putra terbaik Aceh untuk belajar di luar Negeri, program pembangun perumahan rakyat /menyatuni anak yatim, janda dan program dayah, serta program inprastruktur lainnya".

Setelah Aceh di pimpin oleh pemerintahan ZIKIR, semua sektor hancur berantakan, maka kami atas nama Acehnes Australia Association (AAA), mengajak seluruh masyarakat, Mari kita selamatkan Aceh dari tangan mafia, Aceh bukan milik kelompok Malek Mahmud, Aceh milik kita semua, dan mendesak pemerintah Zikir sebagai perpanjangan tangan indonesia untuk bisa menjalan roda perintahan dengan sungguh sungguh, demi kesejahtraan rakyat dan transparan, dan hentikan gagasan aneh untuk memperjuangkan Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe, dan Bulan Bintang sebagai Bendera provinsi. Gagasan tersebut tidak prorakyat, melain gagasan kepentingan pribadi kelompok mafia, ini sangat melukai hati rakyat aceh," pungkas Tgk.Syekhy, dengan menyebutkan mewakli rakyat si gom Aceh (seluruh Aceh).(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]