Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Putra Gara (Pemimpin Gerakan Pemuda Aceh Bersatu)
Aceh Bersatu Untuk Aceh yang Lebih Maju
Sunday 30 Mar 2014 21:55:51

Para raja dari negeri Malaysia dan Aceh berkumpul dalam sebuah Majelis Silaturahim Muhibbah Sejarah dan Budaya Melayu Islam, Aceh - Malaysia, di Museum Aceh, 29 Maret 2014. (Foto : ist)
BANDA ACEH, Berita HUKUM - Para raja dari negeri Malaysia dan Aceh berkumpul dalam sebuah Majelis Silaturahim Muhibbah Sejarah dan Budaya Melayu Islam, Aceh - Malaysia, di Museum Aceh, 29 Maret 2014. Dalam acara tersebut, merupakan rangkaian dari kunjungan beberapa raja Malaysia untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di wilayah Aceh, dari mulai kerajaan Samudra Pasai, Linge, Aceh Darussalam, dan beberapa tempat bersejarah lainnya.

“Acara di Museum Aceh ini hanyalah silaturrahim antara Aceh dan Malaysia, agar para raja di dua negeri ini lebih erat lagi jalinan silaturahim dan kekerabatannya,” ungkap Edi Al Rahman, panitia acara.

Dalam acara tersebut, Putra Gara, Pemimpin Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), memberikan pidatonya dalam salah satu sesi. Dalam pidatonya Putra Gara menjelaskan, hanya politiklah yang memisahkan Aceh dengan Malaysia.

Sedangkan dalam ruhaniahnya, silsilahnya, Aceh dan Malaysia adalah satu rumpun dan satu nenek moyang yang diikat dalam iman Islam. Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Aceh bersatu mengajak semua elemen masyarakat, untuk melepaskan semua kepentingan, golongan, agar bersatu padu demi tegaknya harkat dan martabat marwah para indatu negeri di negeri Aceh khususnya, dan Melayu umumnya.

“Oleh karena itu, marilah kita saling berangkulan, menatap Aceh masa depan dengan satu tujuan, agar Aceh bisa lebih maju,” ungkap Putra Gara.

Lebih jauh Gara mengatakan, bahwa Aceh di masa silam begitu jaya dan gemilang. Hal tersebut bisa kembali kita tegakkan kalau adanya persatuan di antara orang-orang Aceh itu sendiri. Silaturahim dengan para raja-raja dari negeri Malaysia ini bisalah dijadikan titik balik bahwa Aceh sangat berdaulat, dan sangat memiliki identitas negeri yang harus dibangkitkan lagi harkat dan martabat marwan Acehnya.(bhc/rat)


 
Berita Terkait Putra Gara (Pemimpin Gerakan Pemuda Aceh Bersatu)
 
Aceh Bersatu Untuk Aceh yang Lebih Maju
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]