Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Abraham Samad
Abraham Samad Prioritaskan Kasus Kakap
Tuesday 06 Dec 2011 15:54:55

Abraham Samad janji tuntaskan kasus Century setelah memiliki dua alat bukti (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham Samad segera melakukan evaluasi terhadap sejumlah kasus-kasus besar yang masih mandek. Satu di antaranya adalah skandal bailout Bank Century Rp 6,7 triliun.

"Saya belum lihat dokumen yang ada di KPK. Tunggu saja setelah tanggal pelantikan nanti. Setelah dilantik, kami baru bisa ungkapkan mengenai (kasus Century)," kata Abraham Samad kepada wartawan, usai ditetapkan sebagai Ketua KPK dalam sidang paripurna DPR, Selasa (6/12).

Menurut dia, sebagai ketua KPK akan menentukan skala prioritas kasus yang ada di KPK. Jika sudah ada yang dinilai memenuhi syarat, maka akan diprioritaskan. Tidak perlu keberanian untuk mengusut skandal bailout Bank Century. Tapi butuh dua alat bukti yang kuat untuk menuntaskannya. "Saya tegaskan sekali lagi kepada teman-teman media, jika memnag memiliki dua alat bukti yang cukup, pasti akan kami sidik," jelas Abraham.

Jika KPK sudah mempunyai dua alat bukti itu, imbunya, maka tidak ada alasan untuk tidak membawa skandal Century ke tingkat penyidikan dan penuntutan. "Hukum itu bukan soal berani atau tidak berani, tapi soal alat bukti. Jadi hukum itu didasari alat bukti, ukurannya bukan berani atau tidak,” tegasnya.(inc/rob)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
• Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
• Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
• Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
• Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
• Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]