Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Abraham Samad
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
Sunday 06 Apr 2014 20:37:40

Ilustrasi. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menilai, saat ini pejabat dan pemimpin sudah tidak amanah, banyak mengejar kepentingan pribadi dan kelompoknya semata.

Hal ini disampaikannya dalam orasi ilmiahnya, saat berpidato di acara wisuda Universitas Borobudur, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Abraham mengatakan rakyat saat ini sudah muak dengan segala intrik, politik, dan tingkah para pejabat yang hanya sibuk memperkaya diri sendiri dan kroninya.

Menurutnya, menjadi pemimpin yang berintegritas tidak mudah, karena menjadi pemimpin dapat membawa keuntungan, terutama keuntungan pribadi dan golongan.

"Maka banyak orang berlomba-lomba menjadi pimpinan. Akibatnya banyak ditemukan pemimpin tidak amanah, cenderung otoriter, dan memanfaatkan kekuasaannya untuk memaksa," kata Abraham di JCC Senayan Jakarta, Minggu (6/4).

Dikatakannya, sosok pemimpin berintegritas harus dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu, demi bangsa dan negara.

"Pribadi seperti ini sangat langka. Bisa dibilang seribu satu. Tapi bukan berarti tidak ada," ujarnya.

Menurutnnya lebih lanjut, calon pemimpin dan pejabat negeri ini hendaknya sedikit bicara, cepat bertindak, jujur, berani, dan rendah hati. Kalau semua itu dimiliki pemimpin kita, maka bukan impian lagi negeri ini akan menjadi negeri yang adil, makmur, dan sejahterakan rakyat.(bhc/ast/dar)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]