Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Abraham Samad
Abraham Samad: Kasus Century Bila Penyidikan Sudah 50%, Akan Dilakukan Penahanan
Wednesday 06 Feb 2013 15:29:48

Ketua KPK, Abraham Samad saat menjawab pertanyaan para wartawan, Rabu (6/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Abraham Samad menjawab pertanyaan tentang keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus korupsi yang saat ini sedang terus berjalan dari proses penyidikan dan penuntutan di KPK, Rabu (6/2).

"Bahwa KPK diharap lebih konsen dalam penanganan kasus perpajakan, kita memadukan pemberantasan korupsi antara pendekatan, penindakan, dan pencegahan, serta sistem yang salah, agar peristiwa tidak banyak terjadi di Kementerian," ujar Abraham dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI, Rabu (6/2).

Ketua KPK, Abraham Samad mengungkapkan secara hukum, bahwa KPK tidak pernah menggunakan kata anak tangga dalam proses penyidikannya.

"Namun perlu saya jelaskan hari ini, untuk tersangka BN, MCN, dan SCN, dalam kasus Bank Century, saat ini masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Dan bila berkas perkara sudah melebihi 50,%, maka KPK akan mulai melakukan penahanan," tambah Abraham.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III hingga saat ini masih terus berlangsung. Rapat ini dipimpinan oleh ketua komisi III Tjatur Sapto Edy MT dari Fraksi PAN.(bhc/put)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]