Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afghanistan
AS Tinggalkan 9.800 Pasukan di Afghanistan Pasca-2014
Wednesday 28 May 2014 05:10:17

Presiden Obama mengatakan AS tidak lagi melakukan patroli di kota-kota Afghanistan. Presiden Obama mendapat sambutan meriah saat mengunjungi tentara AS di Afghanistan.(Foto: twitter)
WASHINGTON, Berita HUKUM - Amerika Serikat akan mempertahankan 9.800 pasukannya di Afghanistan setelah penarikan pasukan tempur pada akhir tahun ini.

Berdasarkan rencana yang diumumkan di Gedung Putih itu, Washington perlahan-lahan akan mengurangi jumlah pasukan sehingga hanya sebagian kecil saja yan tetap berada di Afghanistan setelah tahun 2016.

Pasukan yang masih berada di Afghanistan itu antara lain bertugas mengawal Kedutaan Besar Amerika Serikat, melatih pasukan Afghanistan, dan mendukung operasi kontraterorisme.

"Kita tidak akan lagi melakukan patroli di kota-kota Afghanistan. Itu merupakan tugas warga Afghanistan," tegas Obama.

Namun rencana itu masih tergantung dari kesepakatan yang akan dicapai dengan Afghanistan, yang akan terpilih bulan depan.

Presiden saat ini, Hamid Karzai, sudah menolak menandatangani kesepakatan yang disampaikan pada Februari tahun ini.

Bagaimanapun permerintahan Obama tampaknya yakin kedua calon yang sedang bersaing dalam pemilihan Presiden akan bersedia mencapai kesepakatan.

Rencana penarikan mundur pasukan tempur AS dari Afghanistan pada akhir tahun ini sudah disampaikan Presiden Obama dalam kunjungan mendadaknya ke pangkalan militer AS di Bagram, di pinggiran ibukota Kabul, dua hari lalu.

Pengumuman ini menjadi petunjuk bahwa perang terpanjang Amerika Serikat -yang dilancarkan Presiden George W Bush menyusul serangan 11 September 2011- berakhir sebelum masa jabatan Obama selesai.

Presiden Barack Obama mengatakan kepada pasukan Amerika Serikat di Afghanistan bahwa perang terlama negara itu akan berakhir pada penghujung 2014. Dalam kunjungan mendadaknya ke Afghanistan, Obama menyebutkannya sebagai 'akhir yang bertanggung jawab'.

Para tentara di pangkalan udara Bagram di pinggiran ibukota Kabul bersorak gembira menyambut kedatangan Obama.

Pasukan tempur asing rencananya akan ditarik mundur dari Afghanistan pada akhir tahun ini, yang sudah disampaikan Obama kepada Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, bulan Februari.

Amerika Serikat akan tetap mempertahankan sejumlah personel untuk melatih tentara Afghanistan namun hal ini masih tergantung oleh keputusan presiden Afghanistan yang baru, yang akan terpilih bulan depan.

Obama mengundang Presiden Karzai untuk datang ke pangkalan udara tersebut namun ditolak karena Karzai hanya bersedia bertemu Obama di istana presiden Afghanistan di Kabul.

Kunjungan Obama ke Afghanistan ini berlangsung sehari menjelang Hari Memorial atau Hari Pahlawan di Amerika Serikat untuk menghormati tentaranya yang tewas dalam perang.

Kepada para tentara AS di Bagram, Presiden Obama juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka dan berjanji untuk meningkatkan layanan kepada para veteran perang yang cedera.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Afghanistan
 
Afghanistan: Eks Presiden Ghani Minta Maaf Kabur ke Luar Negeri Demi 'Selamatkan Kabul dan 6 Juta Penduduknya'
 
Afghanistan: Qatar dan Turki Memberi Jalan Bagi Taliban untuk Unjuk Gigi di Panggung Dunia
 
Kesepakatan Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Kelompok Ini Menguasai Kembali Afghanistan
 
Afghanistan: Perang Selama 2 Dekade, Berikut Fakta-faktanya dalam 10 Pertanyaan
 
Biden Janji Bantu Afghanistan secara Berkelanjutan di Tengah Penarikan Pasukan AS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]