Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Irak
AS Kirim 1.500 Tentara Tambahan ke Irak
Saturday 08 Nov 2014 23:49:20

Tentara AS akan fokus pada pelatihan, bukan pertempuran langsung.(Foto: twitter)
IRAK, Berita HUKUM - Amerika Serikat akan mengirim sekitar 1.500 tentara tambahan ke Irak untuk membantu melawan ISIS atau kelompok yang mengklaim sebagai Negara Islam, kata Gedung Putih. Pentagon mengatakan para tentara tidak akan bertempur langsung tetapi hanya akan melatih pasukan Irak.

"Tentara AS tidak akan bertempur, tetapi mereka akan mendukung pasukan keamanan Irak selagi mereka bertarung," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan.

Presiden Barack Obama meyetujui pengiriman tersebut untuk menjawab permintaan dari pemerintah Irak, kata Pentagon.

Negara Islam mengontrol wilayah yang luas di Irak dan Suriah namun area mereka telah menjadi sasaran serangan udara dari koalisi AS sejak Agustus.

Sebanyak 1.500 tentara ini akan bergabung dengan ratusan penasehat militer yang terlebih dahulu berada di sana.

Pernyataan dari Pentagon mengatakan para tentara akan disebar ke beberapa wilayah untuk melatih sembilan pasukan Irak dan tiga brigade Peshmerga Kurdi.

Militer AS juga akan membangun dua "pusat pertimbangan dan bantuan operasi" di luar Baghdad dan Irbil, tambah pernyataan itu.

Dia mengatakan Presiden Obama juga akan meminta dana US$5,6 miliar kepada Kongres untuk mendukung operasi melawan NI di Irak dan Suriah.

Pengumuman ini datang beberapa jam setelah Obama bertemu dengan pimpinan Kongres di Washington untuk pertama kali setelah Partai Republik menang dan menguasi Senat pada pemilu sela pekan ini.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Irak
 
PBB Menyerukan Diakhirinya Kekerasan di Irak yang Menewaskan Hampir 100 Orang
 
Bom Tewaskan 165 Orang Lebih, Irak Umumkan Hari Berkabung Nasional
 
Pengungsi di Irak Mencapai 3 Juta Orang
 
Seribu Rudal Antitank AS Dikirim ke Irak
 
AS Kirim 1.500 Tentara Tambahan ke Irak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan
Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]