Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Demo Didepan Gedung KPK
AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
Wednesday 24 Sep 2014 06:30:20

Aliansi AKRAB (Aliansi Rakyat Bersatu) saat melakukan Aksi Drama Teatrikal di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/9).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Lagi-lagi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang diketuai Abraham Samad didatangi puluhan orang para pendemo aksi unjukrasa, kali ini Aliansi yang mengatasnamakan kelompoknya 'Aliansi Rakyat Bersatu' (AKRAB) mengibarkan bendera dan meneriaki kantor Anti Rasuah Indonesia ini agar segera menangkap dan memberangus para koruptor yakni Setya Novanto.

Aliansi Rakyat Bersatu menuntut Setya Novanto Bendahara umum partai berlambang beringin karena diduga terlilit kasus korupsi sejak tahun 1999 terkait kasus tagihan salah satu Bank yaitu Bank BALI, dengan nilai 500 milyar pada PT. Era Giat Prima, yang juga sebagai pemilik perusahaan tersebut.

Sejatinya KPK dituntut agar dalam menjalankan roda penegakan hukum dalam hal pemberantasan kasus korupsi masih dinilai lamban seakan-akan seperti masuk angin, adapun kasus-kasus korupsi yang ditudingkan kepada Setya Novanto yang sampai saat ini belum terselesaikan dan yang disuarakan melalui teriakan Ahmad Hadi, selaku ketua koordinator AKRAB.

"Ia pada tahun 2006 terlibat penyeludupan limbah beracun (B3), pembiayaan sengketa kasus Pilkada Gubernur Jawa timur yang sempat terungkap oleh salah satu mantan ketua MK Ahkil Mochtar sejak dipersidangan, kasus E-KTP yang juga disebut dipersidangan oleh saudara Moh.Nazaruddin sebesar 2,5 triliun, kasus PON Riau pada tahun 2012 yang mengunakan anggaran APBN, blok migas kangean, lapangan terang-sirasun-batur, senilai US$ 1,04 miliar atau Rp. 12 triliun," ujar Ahmad Hadi didepan KPK, Jl. HR Rasuna Said Jakarta, Selasa (23/9).

Terkait dengan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Setya Novanto, Politisi Golkar mewakili Nusa Tenggara Timur. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar periode 2009-2014 lanjutnya, dengan ini kami meminta kepada DPR RI dan KPK agar segera memberhentikan langkah politik Setya Novanto.

"Untuk itu kami yang tergabung dalam Aliansi AKRAB menyatakan sikap sebagai berikut, agar meminta kepada Badan Kehormatan DPR RI agar segera mencabut hak politik Setya dari calon kandidat ketua DPR RI yang notabenenya adalah tokoh maling uang rakyat, meminta kepada KPK agar segera memanggil dan menangkapnya atas keterlibatan pada kasus-kasus korupsinya, meminta KPK agar usut tuntas rekening milik Setyo dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus-kasus korupsinya." Teriaknya lagi.

Sementara itu, pihaknya juga mengintruksikan kepada pihak KPK dan DPR RI agar tidak berkonspirasi dengan saudara Setya Novanto terkait dugaan keterlibatan kasus-kasus korupsinya, dengan demikian meminta kepada setiap ketua-ketua Fraksi maupun ketua-ketua Komisi dari masing-masing partai politik agar segera mengeluarkan sikap politik untuk menolak Setya sang maling uang rakyat dari calon kandidat ketua DPR RI, karena terkait dugaan kasus-kasus korupsi yang terlampir diatas, teriak pendemo.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Demo Didepan Gedung KPK
 
KPK Harus Segera Panggil Kemenko PMK, Menteri Puan!
 
AKU KPK Dukung Penuh KPK Berantas Kasus APBD Riau 2015
 
AMPAK Demo Terkait Dugaan Kasus Pembelian Sumur Minyak di Malaysia
 
AMPT Demo Desak KPK Periksa Ichwanul Idrus Dirut LPPNPI
 
AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]